Protokol24 – Letusan Gunung Semeru di Lumajang menelan satu korban jiwa. Hal itu diungkapkan oleh Wakil Bupati Lumajang Indah Masdar dikutip dari kantor berita Antara, Sabtu 4 Desember 2021.
Selain menelan korban jiwa, 10 orang lainnya saat ini belum bisa dievakuasi dari Dusun Curah Kobokan di Kecamatan Pronojiwo, Kabupaten Lumajang.
Permasalahannya kata Indah, akses menuju ke lokasi sulit sehingga mobil tak bisa masuk. “Dikarenakan lumput setinggi sampai lutut kaki,” kata Indah.
Sekarang ini, ada sekitar 300 kk di Dusun Curah Kobokan yang sudah pergi untuk mengungsi dari rumahnya ke tempat yang lebih aman.
Baca Juga: Sejarah Letusan Gunung Semeru dari Masa ke Masa
Baca Juga: Warga Korban Banjir Rob Indramayu Tolak Tawaran Bupati Untuk Pindah Desa, Break Water Wajib dibangun
Indah juga mengatakan, letusan Gunung Semeru sejauh ini sudah mengakibatkan 41 korban luka bakar yang kini dirawat di Puskesmas Penanggal.
Untuk korban dengan luka serius dirawat di RSUD Dr Haryoto, RS Bhayangkara dan RSUD pasirian.
Baca Juga: Erupsi Gunung Semeru, Jangan Lupa Panjatkan Doa Ini
Dari pengungsi tersebut ada ibu hamil dan anak kecil.
Sebelumnya Gunung Semeru meletus dan memuntahkan awan panas. Warga di sekitar Gunung pun sudah diminta untuk menjauh dan menghentikan segala aktivitas.
Ribuan warga pun sudah dievakuasi ke tempat yang lebih aman. Letusan menyebabkan hujan abu vulkanik yang sampai hingga ke Malang.
Baca Juga: Sindikat Pemalsu Kartu Prakerja Dibekuk, Jual Beli Data Online Hingga Rugikan Negara Rp18 Miliar