Indramayu,Protokol24.- Pemuda Gang Sentanu (PGS) bersama mahasiswa STKIP NU Indramayu sukses menginisiasi kegiatan Ngunjung Tumpeng Bareng Mermule Buyut Tambi 2024, Minggu (29/09/2024).
Kegiatan ini merupakan tindaklanjut kolaborasi kegiatan dalam Kawasan Literasi Terintegrasi Desa Tambi Lor Kecamatan Sliyeg Kabupaten Indramayu yang sebelumnya telah dilaunching oleh Pemuda Gang Sentanu (PGS) bersama mahasiswa STKIP NU Indramayu, 6 September 2024 lalu.
Ngunjung Tumpeng Bareng Mermule Buyut Tambi 2024 merupakan implementasi dari Literasi Budaya pada Kawasan Literasi Terintegrasi Desa Tambi Lor.
Dalam Kawasan Literasi Terintegrasi Desa Tambi Lor melaksanakan enam program literasi dasar, yaitu literasi baca tulis, literasi berhitung, literasi sains, literasi keuangan, literasi teknologi informasi dan komunikasi (TIK), serta literasi budaya dan kewarganegaraan.
Baca Juga: Posko Pemenangan Nina-Tobroni BDI Tambak Gelar Doa Kemenangan Hingga Gerakan Kepedulian Masyarakat
Mahasiswa STKIP NU Indramayu Saida Nafisa Fahera mengatakan meski kegiatan KKN Desa Tambi Lor telah berakhir pada 9 September 2024 lalu, namun program kolaborasi mahasiswa dan pemuda tetap dilaksanakan sebagaimana tujuan pendirian Kawasan Literasi Terintegrasi.
Dijelaskannya, tujuan program kolaborasi ini, yaitu mewujudkan masyarakat yang berpengetahuan, berketerampilan, maju, dan mandiri melalui kegiatan membaca agar memiliki pemahaman yang luas, serta untuk menciptakan masyarakat pembelajar sepanjang hayat atau lifelong learning.
"Kita semua patut bangga, bahwa apa yang telah dikolaborasikan dalam Kawasan Literasi Terintegrasi Desa Tambi Lor tetap dapat dilaksanakan meski kegiatan KKN kami telah berakhir," ungkapnya.
Ditempat yang sama, Pembina Pemuda Gang Sentanu Ikaryatno, didampingi Sudiharjo selaku ketua menuturkan Ngunjung Tumpeng Bareng Mermule Buyut Tambi 2024 diwarnai oleh karnaval tumpeng yang dibawa oleh ibu-ibu berkebaya dan replika burung hantu yang diarak mulai dari Gang Sentanu Desa Tambi Lor menuju lokasi puncak acara Mermule Buyut Tambi.
Peserta mengenakan baju adat khas Indramayu dan diiringi dengan penampilan seni budaya desa setempat.
Dalam perjalanan, iring-iringan karnaval menjemput pemimpin desa atau kuwu untuk berangkat bersama-sama menuju lokasi puncak acara.
Ngunjung sendiri berasal dari kata kunjung yang berarti mengunjungi makam leluhur atau orang tua sebagai perwujudan rasa syukur masyarakat.
Di Desa Tambi dan Tambi Lor, tradisi ini biasa dilaksanakan saat Mermule Mbah Buyut Tambi. Tahun ini, puncak acaranya berlangsung pada Minggu, 29 September 2024.