PROTOKOL24- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Barat terus memantau dan mengantisipasi titik-titik banjir. Tercatat ada 57 titik banjir yang tersebar di kabupaten/kota wilayah Jabar.
BPBD mengingatkan bencana hidrometrologi harus diwaspadai terlebih saat ini belum memasuki puncak musim penghujan.
Baca Juga: Tangki Kilang Pertamina Cilacap Terbakar
Kepala Pelaksana Harian BPBD Jabar Dani Ramdan mengatakan, dalam penanganan banjir telah dilakuan pembagian peran agar penanganan banjir dari hulu ke hilir dapat tertangani. Diruntut dari hulunya, pemanfaatan ruang terkendali sesuai dengan rencana tata ruang kemudian daerah kritis bisa dipulihkan dan hutan lestari oleh dinas kehutanan.
Kemudian sungainya dikelola oleh dinas sumber daya air, dan juga drainase oleh dinas perumahan dan permukiman, lalu sampahnya oleh dinas lingkungan hidup.
"BPBD melakukan penanganan di hilir, di mana penanganan bencana itu pencegahan dan kesiapsiagaan dan tanggap darurat," kata Dani Ramdan.
Menurutnya, bila hari ini masih terjadi banjir maka termasuk pada tanggap darurat. Saat ini BPBD sudah melakukan serangkaian upaya untuk mengantisipasi. Mulai dari menetapkan status siaga darurat atau siaga satu oleh Gubernur.
"Ini ditandai dengan aktivasi posko siaga darurat satu kali 24 jam tujuh hari dalam seminggu dan juga siaga TNI/Polri,” sebutnya.
BPBD juga memantau alat berat telah disiapkan di kawasan rawan bencana di Kabupaten Sukabumi wilayah selatan dan juga Garut. Garut menempati ranking kedua dari indeks rawan bencana di Jabar setelah Cianjur. Kemudian ada Kabupaten Sukabumi, dan Kabupaten Bogor.
Sementara di utara, BPBD mempetakan daerah rawan bencana itu di Karawang, Cirebon dan Indramayu.
Baca Juga: Kisi - Kisi Resmi SKB CPNS 2021, Cek Link Berikut Ini
“Antisipasi longsor itu dari Selatan Sukabumi, Garut, Sukabumi itu menyiapkan alat berat di UPTD levelnya tidak lagi di kantor dinas ataupun BPBD karena jaraknya cukup jauh dari BPBD,” ujarnya.***