PROTOKOL24 - Pemerintah Provinsi Jawa Barat terus memperkuat program Petani Milenial untuk mengejar target 5000 petani milenial pada 2023 mendatang. Tujuannya untuk penguatan ketahanan pangan dan pemulihan ekonomi dengan tag line tinggal di desa, rezeki kota, bisnis mendunia. Penguatan itu dilakukan melalui sosialisasi program yang dilakukan di 18 Kabupaten, dan telah dimulai di Kabupaten Garut dan Tasikmalaya, Selasa, 2 November 2021.
Baca Juga: Vanessa Angel dan Suami Tewas Kecelakaan, Polisi Beberkan Kondisi Sang Anak
Kepala Biro Perekonomian Sekretariat Daerah Provinsi Jawa Barat Benny Bachtiar mengatakan, sosialisasi Petani Milenial, diikuti rekrutmen dengan mengubah pola pendaftaran secara daring, luring, atau kombinasi keduanya. Penghargaan juga disiapkan bagi peserta dan pemerintah kabupaten/kota yang berprestasi. Pemerintah akan berbagi peran. Kabupaten/kota menyiapkan Sumber Daya Manusia (SDM) dan lahan, sedangkan provinsi berperan mencarikan offtaker, fasilitasi permodalan melalui perbankan, serta transfer teknologi dan inovasi.
“Kami menyadari kurang bersinergi dengan kabupaten/kota di Jawa Barat, dan sekarang sinergi ini kami lakukan dengan berbagai penguatan program Petani Milenial,” tutur Benny.
Baca Juga: Sebelum Kecelakaan, Vanessa Sempat Buat Ini di Snapgramnya, 'Tebak Aku Mau ke Mana?'
Penguatan yang dilakukan merupakan tindak lanjut dari arahan Gubernur Jabar Ridwan Kamil untuk mengakselerasi program Petani Milenial. Tujuannya untuk menumbuhkembangkan kewirausahaan muda pertanian, mengubah wajah pertanian menjadi segar, agar generasi milenial tertarik menjadi petani dengan pemanfaatan teknologi digital, menciptakan pertanian maju, mandiri dan modern, serta mengurangi problem ketersediaan tenaga kerja pertanian.
Program ini diharapkan dapat memberikan kesempatan kerja dan tantangan pada anak muda di masa pandemi untuk turut berkontribusi memajukan perekonomian desa.
Hingga saat ini, program Petani Milenial telah menjalin kerja sama dengan offtaker yang meliputi sistem budidaya peternakan, sistem hasil produksi dan pemasarannya, termasuk pengembangan logistik pangan berkelanjutan dan penataan supply chain. Termasuk akses permodalan bekerjasama dengan perbankan.
Baca Juga: Polisi Jatim Jelaskan Kronologi Tewasnya Vanessa Angel dan Suami
Meski memiliki sederet fasilitas, program yang launching pada 14 Februari 2021 lalu, sampai dengan akhir Oktober 2021 pencapaiannya masih jauh dari target yang ditetapkan. Sejak diluncurkan, tercatat sebanyak 8.998 orang pendaftar, namun setelah dilakukan seleksi tahap awal, hanya 4.439 pendaftar yang lolos. Lalu pada seleksi kedua hanya 2.240 pendaftar dinyatakan lolos. Hingga pada seleksi lanjutan oleh pelaksana utama program Petani Milenial, hanya 573 petani milenial yang memenuhi syarat.***
Artikel Terkait
Dukung Pemenuhan Komoditas Sapi Potong di Jabar, bank bjb Gelar Business Matching dengan Petani Milenial
Perkuat Program Petani Milenial, Jabar Lakukan Sosialisasi ke 18 Kabupaten
Pemda Provinsi Jabar Sosialisasi Program Petani Milenial ke 18 Kabupaten Capai Target 5000 Petani Milenial
Berkolaborasi dengan Kabupaten Kota, Pemda Provinsi Jawa Barat Terus Perkuat Program Petani Milenial