Anak Nelayan Putuskan Pendidikan Demi Penghidupan, Pertamina PHE ONWJ Wujudkan Kembali Asa Mereka Hingga Sejahterakan Keluarga

photo author
Cipyadi, Protokol24
- Jumat, 30 Agustus 2024 | 09:56 WIB
Budi Utomo (30 tahun), warga Desa Eretan Wetan Kecamatan Kandanghaur, Kabupaten Indramayu, manfaatkan kelas komputer PKBM Family. (Cipyadi/Protokol24)
Budi Utomo (30 tahun), warga Desa Eretan Wetan Kecamatan Kandanghaur, Kabupaten Indramayu, manfaatkan kelas komputer PKBM Family. (Cipyadi/Protokol24)


Indramayu, Protokol24.- Tidak mudah bagi Budi Utomo (30 tahun) untuk memilih antara pendidikan dan penghidupan.

Kondisi ekonominya belasan tahun lalu dan ajakan kawan sebayanya membuat Budi Utomo, yang merupakan anak nelayan lebih memilih penghidupan dan memutuskan pendidikan.

Warga Desa Eretan Wetan Kecamatan Kandanghaur, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat itu putus sekolah ketika sebagian temannya melanjutkan pendidikan ke jenjang SMP.

Budi Utomo lebih memilih membantu orang tuanya mencari nafkah demi memenuhi penghidupan keluarga.

Ia pun harus mengubur dalam-dalam impian dan cita-citanya untuk bisa bersekolah ketika itu.

Penyesalan selalu datang di akhir, saat menginjak dewasa Budi Utomo ingin sekali mewujudkan cita-citanya yang tertunda.

Ia pun harus berpikir keras hingga akhirnya dipertemukan dengan program kesetaraan yang diselanggarakan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat atau PKBM Family dan mendapat dukungan Pertamina Hulu Energi Offshore North West Java (PHE ONWJ).

Baca Juga: KKN Tambi Lor STKIP NU Indramayu Bangun Kolaborasi Kawasan Literasi Terintegrasi Gandeng Pemerintah Desa dan Pemuda

Budi pun kembali memacu langkah melakoni hari-hari sebagai warga belajar PKBM Family di Desa Eretan Kulon Kecamatan Kandanghaur Kabupaten Indramayu, Jawa Barat.

Bersama warga belajar lainnya, Budi kembali membuka buku pelajaran yang telah sekian lama tak dijumpainya.

Ia bergabung bersama PKBM Family sebagai warga belajar pendidikan kesetaraan Paket B sejak 2021 lalu dan berhasil menuntaskannya.

Kini ia pun melanjutkan pendidikan kesetaraan SMA agar dapat memperoleh pekerjaan yang layak.

Sehari-hari, Budi Utomo membantu orang tuanya berjualan dan di sela waktunya ia gunakan untuk belajar, baik luring maupun daring.

“Untuk paket C ini sudah berjalan satu tahun, program ini sangat membantu sekali,” ungkapnya, Jumat (30/08/2024).

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Cipyadi

Sumber: PROTOKOL24

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Terpopuler

X