“BSI berkomitmen mendukung setiap inisiatif yang bertujuan untuk membangun kemandirian ekonomi umat," katanya.
Komitmen itu, lanjutnya, dibuktikan melalui program Talenta Wirausaha BSI, Islamic Sociopreneur Development Program (ISDP), dan BSI UMKM Center.
Ia menambahkan BSI juga berkontribusi menumbuhkan aktivitas ekonomi umat dalam tubuh organisasi masyarakat Islam seperti Nahdlatul Ulama, Muhammadiyah dan lainnya.
"Hal ini juga bisa dioptimalkan dalam lingkup PMII sebagai organisasi kepemudaan yang punga ribuan kader," tukasnya.
Nahdlatut Tujjar Fest dan Dialog Publik menjadi sebuah inovasi gerakan anak muda PMII yang ingin membangun UMKM dan pembangunan inkubasi bisnis yang berkolaborasi dengan Arief Rosyid Hasan.
Ia dikenal sebagai sosok yang berangkat latar belakang aktivis dan beberapa tahun ke belakang semakin memperbesar kapasitas diri dengan berkecimpung di dunia entrepreneurship hingga hari ini menjadi Komisaris Independen BSI.
“Di mana pun kita diberikan amanah, satu yang harus selalu kita ingat bahwa sebaik-baiknya amanah adalah yang diupayakan untuk kepentingan orang banyak. Saya berharap, Nahdlatut Tujjar Fest dan Dialog Publik ini dapat membawa kemaslahatan bagi berbagai lini masyarakat. Secara konkrit, menjadi kontributor pada pertumbuhan ekonomi Indonesia dari daerah,” pungkasnya.
Nahdlatut Tujjar Fest dan Dialog Publik yang digelar PB PMII ini turut pula dihadiri oleh Pimpinan Baznas Saidah Sakwan, Ketua Umum DPP KNPI M. Ryano Panjaitan, Ketua UMKM Mahasiswa Jawa Tengah Ahmad Safruddin dan Kader PMII se-Indonesia yang hadir di UIN Raden Mas Said Surakarta.(*)