Protokol24 – Bentrokan antara oknum TNI dan Polri di Timika Papua mendapat perhatian serius dari Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa. Panglima meminta supaya anggotanya yang terlibat bentrokan diminta untuk bertanggung jawab.
Saat ini kata Andika, Polisi Militer TNI bersama dengan Pusat Militer TNI AD sudah turun tangan menelusuri oknum-oknum yang terlibat. “Sedang lakukan proses,” kata Andika dikutip dari PMJnews, Senin 29 November 2021.
Baca Juga: MPR Dukung Pembatasan Masuk Bagi WNA, Pemerintah Mesti Tegas Antisipasi Virus Covid-19 Omicron
Selain TNI, Polri juga telah menelusuri siapa saja anggotanya yang terlibat dalam bentrokan. Langkah hukum yang tegas juga akan diterapkan kepada oknum polisi tersebut.
Baca Juga: Ameer Azzikra, Putra Ustaz Arifin Ilham Meninggal Dunia
Baca Juga: SMPN 3 Jatibarang Peringati HUT 50 Tahun KORPRI, Jadi Semangat Bangkit dari Pandemi
Sementara itu, Kapolda Papua Irjen Marthinus D Fakhiri mengatakan, kasus bentrokan antara oknum TNI dan Polisi sudah diselesaikan secara damai.
Terlebih bentrokkan tersebut hanya diawali dengan kesalahpahaman saja. Dia pun menampik, bentrokan yang terjadi antara dua kubu.
“Tidak ada bentrok. Salah paham saja,” tegas Marthinus.
Baca Juga: Obat Covid-19 Dipatenkan, Perpres Ditandatangani Presiden Joko Widodo
Baca Juga: Pesta Miras Sebelum Konvoi, Geng Motor Black Baron Bertindak Brutal Tunjukan Eksistensi
Sebelumnya, video yang diduga bentrokan antara oknum polisi dan TNI sudah beredar luas di media sosial. Adapun mereka semua tergabung ke dalam Satgas Nanggala Kopassus dan Anggota Polri dari Satgas Amole di Mimika.
Kedua satgas tersebut ada di bawah naungan Operasi Satgas Nemangkawi.***