Protokol24 – Masyarakat di sekitar kawah Gunung Semeru diminta untuk menghentikan segala aktivitasnya. Hal itu untuk menjauhkan warga dari bahaya awan panas guguran dari arah Gunung Semeru.
Dikutip dari Antara, Imbauan tersebut berlaku untuk radius satu kilometer dari kawah Gunung Semeru. Petugas Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi Kementerian ESDM Yuda Prinardita mengatakan, tak hanya warga, wisatawan pun diminta untuk menjauh.
Baca Juga: Sejarah Letusan Gunung Semeru dari Masa ke Masa
Baca Juga: Ada Penurunan Indeks Kepuasan Hukum, Presiden Jokowi Minta Bedakan Kritik Membangun dan Mengganggu
Tak hanya radius satu kilometer, masyarakat dengan radius lima kilometer juga diminta untuk tidak beraktivitas sementara waktu ini. Terutama di arah bukaan kawah di sektor tenggara-selatan karena rentan terkena awan panas guguran.
Yuda menambahkan, petugas akan terus memantau di radius tersebut dan melakukan evaluasi jika terjadi gejala perubahan ancaman bahaya.
Baca Juga: BNPB Rilis Kronologi Erupsi Gunung Semeru, Masyarakat Sapiturang Terdampak
Saat ini, terdapat area terdampak material awan panas. Warga pun diminta untuk tidak beraktivitas di kawasan tersebut karena suhunya masih tinggi.
Baca Juga: Sindikat Pemalsu Kartu Prakerja Dibekuk, Jual Beli Data Online Hingga Rugikan Negara Rp18 Miliar
“Mewaspadai ancaman lahar di alur sungai atau lembah yang berhulu di Gunung Semeru menigngat banyaknya material vulkanik yang sudah terbentuk,” ucap dia.
Sebelumnya pada Sabtu Sore, Gunung Semeru meletus dengan memuntahkan awan panas yang mengakibatkan hujan abu vulkanik.
Baca Juga: Ribuan Rumah Terendam Banjir Rob di Indramayu, Warga Enggan Mengungsi
Baca Juga: Mulai Marak, Satgas Waspada Investasi Minta Masyarakat Waspada Penawaran Investasi Aset Kripto
Baca Juga: BMKG Prakirakan Hujan Merata Hampir Seluruh Indonesia Sabtu Ini