Ada Penurunan Indeks Kepuasan Hukum, Presiden Jokowi Minta Bedakan Kritik Membangun dan Mengganggu

photo author
Irma Cristine, Protokol24
- Jumat, 3 Desember 2021 | 13:10 WIB
Presiden Jokowi (Twitter @jokowi)
Presiden Jokowi (Twitter @jokowi)

Protokol24 – Presiden Jokowi mengingatkan jajarannya untuk mengatasi turunnya indeks kepuasan publik terhadap bidang hukum dikutip dari Antara Jumat 3 Desember 2021. Jokowi meminta jajarannya untuk berhati-hati.

“Berkaitan dengan kepuasan publik terhadap bidang hukum, supaya kita tahu 2019-2020 naik tapi masuk 2021 turun sedikit,” katanya saat acara pengarahan di Badung, Bali.

Baca Juga: Kabar Gembira! Google Siapkan Beasiswa 2 Juta Dollar Untuk Kembangkan IT di Indonesia Melalui Coursera

Merujuk pada laporan Indeks Demokrasi 2020 yang dirilis oleh The Economist Intelligence Unit (EIU), Indonesia menempati peringkat ke-64 dunia dengan skor indeks 6.48.

Saat ini peringkatnya masih sama tapi skor indeks menurun tipis jadi 6.3.

Baca Juga: Tahun 2022 Mendatang, Akan Lebih Banyak Lagi Samsung Galaxy A Series yang Bisa Diajak Berenang Alias Tahan Air

Skor 6.3 merupakan skor terendah bagi Indonesia dalam kurunw aktu 14 tahun terakhir ini. Indonesia pun masuk dalam kategori negara dengan demokrasi cacat.

Baca Juga: Pinjol Banyak Memakan Korban, Sri Mulyani Nilai Perlu Adanya Literasi Keuangan Untuk Warga

Untuk itu Jokowi menegaskan, hukum harus ditegakkan tanpa pandang bulu karena menjadi sorotan publik. “Masyarakat itu menilai dan persepsi kepuasan publik itu tercermin dalam setiapp survey,” katanya.

Baca Juga: Gara-gara Layangan Putus, Sosok Ricky Zainal Dicari! Ini Biodatanya

“Karena ini persepsi lagi, dilihat oleh masyarakat, sekali lagi ini persepsi. Sedikit-sedikit ditangkap. Oleh sebab itu pendekatan harus persuasif dan dialogis,” tegas Jokowi.

Jokowi mencontohkan, penghapusan mural yang sempat ramai juga menjadi sorotan publik.

Baca Juga: Disdik Jawa Barat Keluarkan Aturan Kegiatan Pendidikan Selama Nataru, Ini Lima Aturannya

“Saya datang ke sebuah daerah ada mural dihapus, ramai, wah presiden yo urukan? Urusan mural, oh urusan mural saja ngapain sih? Wong saya dihina saya dimaki-maki difitnah udah biasa. Ada mural saja takut? Ngapain? Kata Jokowi.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Irma Cristine

Sumber: Antara

Tags

Rekomendasi

Terkini

Terpopuler

X