PROTOKOL24- Pemerintah telah mengumumkan kasus terkonfirmasi positif pertama Virus Covid-19 varian Omicron di Indonesia. Pasien pertamanya pekerja di Wisma Atlet Indonesia.
Omicron sendiri merupakan varian baru covid-19 yang bermutasi di Afrika Selatan. Virus tersebut diklaim lebih cepat menyebar dibandingkan dengan virus covid-19 varian Delta.
Meski pun sudah ada 3 orang yang terkonfirmasi positif varian Omicron, namun para pasien tidak menunjukan gejala dan kondisinya pun sehat.
Baca Juga: Jelang Pergantian Tahun, Densus 88 Antiteror Polri Lakukan Penangkapan 14 Terduga Teroris
Peneliti di Pusat Riset Biologi Molekuler Eijkman Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Amin Soebandrio mengemukakan faktor penyebaran Omicron meluas dengan cepat adalah gejala klinis yang ditimbulkan terhadap penderitanya bersifat ringan atau hampir tidak bergejala.
"Kelihatannya saat ini yang menyebabkan dia (Omicron) menyebar justru karena orang yang terinfeksi itu hampir tidak bergejala, ringan sekali sehingga mereka tetap beraktivitas, tetap bepergian, bahkan sampai ke luar negeri," kata Amin Soebandrio, Jumat 17 Desember 2021.
Dalam kondisi ini, orang sesungguhnya tanpa sadar sudah terinfeksi Omicron, namun karena merasa tidak bergejala atau bergejala ringan, maka orang tersebut dengan bebas beraktivitas di tengah masyarakat dan berpergian.
Hal ini juga yang menyebabkan penularan Omicron yang cepat dan meluas dari satu negara ke negara lain, bahkan penularannya sampai keluar benua.
Mereka yang terkonfirmasi positif varian Omicron memiliki gejala klinis yang bersifat ringan atau tidak bergejala.
Sehingga tanpa disadari, orang yang membawa virus itu tidak merasa sakit sehingga lebih mudah untuk melakukan perjalanan jarak jauh.
Baca Juga: Lirik Lagu Danar Widianto 'Dulu' Peserta X-Factor Indonesia, Viral di Tiktok dan Youtube
Dalam kondisi yang kurang waspada, bahkan merasa semua baik-baik saja, sehingga bisa mengakibatkan Omicron lebih cepat ditularkan kepada orang lain.
"Dia (orang yang terinfeksi Omicron) tetap beraktivitas, termasuk bepergian sampai jarak jauh, itu yang menyebabkan virusnya terbawa sampai ke luar negeri atau sampai ke benua lain," ucap Amin.
Upaya antisipasi untuk mencegah penyebaran Omicron adalah dengan disiplin menerapkan protokol kesehatan (prokes). Penerapan prokes saat ini perlu lebih ketat dan menuntut semua untuk lebih waspada.