Baca Juga: Erupsi Gunung Semeru, Jangan Lupa Panjatkan Doa Ini
Karakter letusan vulcanian berupa letusan eksplosif yang dapat menghancurkan kubah dan lidah lava yang telah terbentuk sebelumnya. Sementara, karakter letusan strombolian biasanya terjadi pembentukan kawan dan lidah lava baru.
Plt. Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari mengatakan, Saat ini Semeru berada pada status level II atau ‘waspada’ dengan rekomendasi sebagai berikut.
Pertama, masyarakat, pengunjung atau wisatawan tidak beraktivitas dalam radius 1 km dari kawah atau puncak Gunung Semeru dan jarak 5 Km arah bukaan kawah di sektor tenggara - selatan, serta mewaspadai awan panas guguran, guguran lava dan lahar di sepanjang aliran sungai atau lembah yang berhulu di puncak Gunung Semeru.
Baca Juga: Warga Korban Banjir Rob Indramayu Tolak Tawaran Bupati Untuk Pindah Desa, Break Water Wajib dibangun
Radius dan jarak rekomendasi ini akan dievaluasi terus untuk antisipasi jika terjadi gejala perubahan ancaman bahaya.
Kedua, masyarakat menjauhi atau tidak beraktivitas di area terdampak material awan panas karena saat ini suhunya masih tinggi.
Ketiga, perlu diwaspadai potensi luncuran di sepanjang lembah jalur awan panas Besuk Kobokan.
Baca Juga: Ribuan Rumah Terendam Banjir Rob di Indramayu, Warga Enggan Mengungsi
Keempat, mewaspadai ancaman lahar di alur sungai atau lembah yang berhulu di Gunung Semeru, mengingat banyaknya material vulkanik yang sudah terbentuk.
Terkait dengan perkembangan erupsi Gunung Semeru, BNPB mengimbau warga untuk tetap waspada dan siaga dengan memperhatikan rekomendasi yang telah dikeluarkan oleh PVMBG. BNPB terus memantau dan melakukan koordinasi dengan BPBD setempat dalam penanganan darurat erupsi.***
Artikel Terkait
BREAKING NEWS! Gunung Semeru Erupsi, Begini Kondisi Warga
Erupsi Gunung Semeru, Jangan Lupa Panjatkan Doa Ini
BNPB Rilis Kronologi Erupsi Gunung Semeru, Masyarakat Sapiturang Terdampak
Erupsi Gunung Semeru, Satu Kecamatan di Lumajang Paling Terdampak