Presiden Tawarkan Konsesi Pertanian dan Pertambangan Pada Generasi Muda NU

photo author
Cipyadi, Protokol24
- Kamis, 23 Desember 2021 | 08:30 WIB
 Presiden Joko Widodo meresmikan Pembukaan Muktamar Ke-34 NU di Pondok Pesantren Darussa'adah, Kabupaten Lampung Tengah, pada Rabu, 22 Desember 2021. ( BPMI Setpres/Tangkapan Layar)
Presiden Joko Widodo meresmikan Pembukaan Muktamar Ke-34 NU di Pondok Pesantren Darussa'adah, Kabupaten Lampung Tengah, pada Rabu, 22 Desember 2021. ( BPMI Setpres/Tangkapan Layar)


PROTOKOL24- Presiden Joko Widodo menilai Nahdlatul Ulama (NU) memiliki generasi muda dan santri yang kompeten dan dapat menggerakkan ekonomi umat.

Untuk itu pemerintah menawarkan generasi muda Nahdlatul Ulama (NU) untuk dibuatkan kelompok usaha atau konsesi yang bergerak dalam bidang pertanian dan pertambangan.

“Ini bisa dirajut dalam sebuah kekuatan lokomotif, saya meyakini ini bisa menarik gerbong-gerbong yang ada di bawah untuk bersama-sama dalam rangka menyejahterakan kita semuanya,” kata Presiden Joko Widodo.

Baca Juga: Juara Dunia Pencak Silat Diamankan Densus 88, Senjata Tajam Sebagai Bukti Adalah Peralatan Latihan 

Joko Widodo juga meyakini generasi muda Nahdlatul Ulama (NU) memiliki kemampuan dalam penguasaan teknologi yang baik.

Ia berharap penguasaan teknologi oleh generasi muda Nahdlatul Ulama (NU) bisa membawa maslahat bagi umat, masyarakat, dan juga bagi rakyat.

“Tetapi sekali lagi, ini dalam sebuah kelompok usaha besar, sehingga nanti bisa menggeret, mengajak gerbong-gerbong yang lain untuk ikut menikmati. Ini memerlukan sebuah kerja besar, tetapi saya melihat potensi di Nahdlatul Ulama itu ada, tinggal merajutnya,” harapnya.

Baca Juga: Terlengkap! Spesifikasi Samsung Galaxy A03 Core, HP Samsung yang Ramah Kantong Pelajar 

Pada pembukaan Muktamar Ke-34 Nahdlatul Ulama (NU) di Pondok Pesantren Darussa’adah, Kabupaten Lampung Tengah, Lampung, Rabu 22 Desember 2021, Presiden Joko Widodo juga menyampaikan keketuaan Indonesia dalam G20.

Keberadaan Indonesia dalam G20 merupakan momentum untuk mempengaruhi kebijakan-kebijakan dunia utamanya dalam hal digitalisasi, perubahan iklim, dan ekonomi hijau.

“Indonesia sekarang juga memimpin G20, menjadi Keketuaan G20, juga ingin mempengaruhi kebijakan-kebijakan dunia yang berpihak kepada negara-negara miskin, kepada negara-negara berkembang, kepada negara-negara kecil, kepada negara-negara kepulauan, dalam segala hal, utamanya dalam hal digitalisasi, perubahan iklim, dan ekonomi hijau,” ungkapnya.

Baca Juga: Tak Ada Penyekatan, Nataru Wajib Terapkan Aplikasi PeduliLindungi dan Pertegas Sanksi 

Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) ke-34 mengusung tema “Satu abad NU: Kemandirian dalam Berkhidmat untuk Peradaban Dunia” dan dilaksanakan secara hybrid dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat.

Selain dilaksanakan di Ponpes Darus’aadah, Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) ke-34 ini juga digelar di beberapa lokasi lainnya, seperti Universitas Lampung, Universitas Islam Negeri Raden Inten, dan Universitas Malahayati.

Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) ke-34 berlangsung selama dua hari, yaitu dari 22 sampai 23 Desember 2021.(*)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Cipyadi

Sumber: Setkab.go.id

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Terpopuler

X