PROTOKOL24- Musyawarah sembilan anggota Ahlul Halli Wal Aqdi (AHWA) sepakat menunjuk Kiai Miftachul Akhyar menjadi Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Masa Khidmat 2021-2026.
Rais Aam merupakan jabatan tertinggi dalam organisasi Nahdlatul Ulama (NU).
Keputusan tersebut menjadi salah satu keputusan pada Muktamar ke-34 Nahdlatul Ulama yang diputuskan di Universitas Lampung, Bandar Lampung.
Baca Juga: Kasus Omicron di Indonesia Bertambah Jadi 8, Warga Diminta Tunda Perjalanan ke Luar Negeri
Penetapan Kiai Miftachul Akhyar menjadi Rais Aam ini merupakan periode kedua setelah sebelumnya sempat menjadi Penjabat Rais Aam setelah Maruf Amin maju dalam Pilpres 2019.
"Kami semua sepakat para sesepuh kiai dan tidak ada perbedaan pendapat, kami bulat sepakat menunjuk kepada Kiai Miftachul Akhyar menjadi Rais Aam PBNU 2021-2026," kata Zainal Abidin, anggota AHWA saat membacakan hasil musyawarah, seperti dikutip PROTOKOL24 dari Antara, Jumat 24 Desember 2021.
Dalam pemilihan, lanjutnya, prosesnya berlangsung tanpa ada perbedaan pendapat.
Hingga akhirnya Pengasuh Ponpes Miftachus Sunnah Kota Surabaya itu disepakati sebagai Rais Aam.
Kiai Miftachul Akhyar disepakati menjadi Rais Aam oleh sembilan anggota AHWA yang terdiri dari KH Mustofa Bisri, KH Maruf Amin, KH Miftachul Akhyar, KH Dimyati Rais, KH TG Turmudzi, KH Anwar Mansur, KH Nurul Huda, KH Buya Marbu, dan KH Zainal Abidin.***
Artikel Terkait
NU Agendakan Kemandirian Ekonomi Hingga Teknologi Digital Jadi Pembahasan Muktamar
PPKM Level 3 Diberlakukan, PBNU Pastikan Taat Aturan Terkait Jadwal Muktamar
Muktamar NU Diusulkan Maju 17 Desember 2021
PPKM Level 3 Batal, PBNU Tegaskan Kembali Jadwal Muktamar
Presiden Joko Widodo Terbang ke Lampung Resmikan Pembukaan Muktamar ke-34 Nahdlatul Ulama, Ini Agendanya