PROTOKOL24- Muktamar ke-34 Nahdlatul Ulama (NU) telah menetapkan KH Yahya Cholil Staquf sebagai Ketua Umum PBNU Masa Khidmat 2021-2026.
Dari total 548 suara sah, KH Yahya Cholil Staquf memperoleh 337 suara dukungan, sedangkan KH Said Aqil Siradj memperoleh 210 suara dukungan. Tercatat hanya satu suara yang dinyatakan tidak sah. Suara itu merupakan suara pengurus cabang, wilayah, maupun luar negeri.
Sebelum dilakukan penghitungan suara, Muhammad Nuh sebagai pimpinan sidang dalam Muktamar ke-34 Nahdlatul Ulama berdiskusi terlebih dahulu dengan Rais Aam KH Miftachul Akhyar yang baru saja terpilih.
Dalam diskusi tersebut, jika direstui maka para calon ketua umum akan melakukan musyawarah mufakat dalam menentukan Ketua Umum PBNU Masa Khidmat 2021-2026.
Namun dari dua nama yang mengrucut sebagai bakal calon ketua dalam Muktamar ke-34 Nahdlatul Ulama tidak ditemukan kata mufakat, sehingga dilakukan proses pemungutan suara.
Hasilnya, KH Yahya Cholil Staquf akhirnya memperoleh suara dukungan terbanyak dalam penghitungan suara tersebut.
Baca Juga: Kiai Miftachul Akhyar Disepakati Sembilan Anggota AHWA Jadi Rais Aam PBNU
KH Yahya Cholil Staquf merupakan kakak kandung Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas.
Kiai kelahiran Rembang, Jawa Tengah, 16 Februari 1966 itu, pernah menjadi juru bicara Presiden RI keempat KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur.
KH Yahya Cholil Staquf sejak Mei 2018 dilantik menjadi anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) oleh Presiden Joko Widodo.***
Artikel Terkait
NU Agendakan Kemandirian Ekonomi Hingga Teknologi Digital Jadi Pembahasan Muktamar
PPKM Level 3 Diberlakukan, PBNU Pastikan Taat Aturan Terkait Jadwal Muktamar
Muktamar NU Diusulkan Maju 17 Desember 2021
PPKM Level 3 Batal, PBNU Tegaskan Kembali Jadwal Muktamar
Presiden Joko Widodo Terbang ke Lampung Resmikan Pembukaan Muktamar ke-34 Nahdlatul Ulama, Ini Agendanya