JAKARTA, PROTOKOL24- Obat antivirus Covid-19 Molnupiravir rencananya akan diproduksi dalam negeri mulai Mei 2022.
Kepastian itu disampaikan Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Penny K. Lukito saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi IX DPR RI.
"Estimasi produksi lokal Molnupiravir pada bulan Mei atau Juni 2022," kata Penny K. Lukito seperti dikutip PROTOKOL24 dari Antara, Rabu 19 Januari 2022.
Baca Juga: Yamaha Fazzio 125, Skutik Terbaru Keluaran Yamaha Dengan Desain Unik, Simak Apa Saja Keunggulannya
Pada pelaksanaannya, Molnupiravir kapsul keras akan diproduksi di Indonesia oleh PT Amarox Pharma Global sebagai anak perusahaan Hetero Labs Ltd, India.
Perusahaan tersebut telah mengantongi izin produksi. Saat ini juga tengah dibangun fasilitas yang akan digunakan untuk produksi Molnupiravir.
BPOM juga memastikan akan melakukan pendampingan untuk persyaratan Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB) terhadap perusahaan tersebut.
Baca Juga: Waspada Omicron, Pintu Kedatangan Dalam Negeri Kembali Dibuka Demi Jaga Hubungan Baik Antarnegara
Selain perusahaan tersebut, perusahaan dalam negeri PT Kimia Farma juga telah berencana memproduksi Molnupiravir.
Kimia Farma juga sudah mendapatkan lisensi untuk itu.
"Saat ini sedang proses persiapan dossler dan fasilitas PQ WHO diharapkan Juni 2022 sudah dapat submit aplikasi ke WHO dan sudah bisa produksi," jelas Penny K. Lukito.
Saat ini untuk produksi lokal, lanjut Penny K. Lukito, sudah terdapat lima industri farmasi yang sudah mengantongi Izin Penggunaan Darurat (EUA) terkait produksi obat antivirus Covid-19 Favipirafir.
Kelimanya antara lain Kimia Farma, Kalbe Farma, Novell, Amarox Pharma Laboratories Global, dan Lapi Laboratories.(*)
Artikel Terkait
Waspadai Lima Gejala Virus Omicron, Tidak Menyerang Indra Penciuman dan Perasa
Jangan Keliru, Ini Beda Penerima Booster dan Vaksin Dosis Ketiga
Antisipasi Lonjakan Kasus Covid-19 Terulang, Indonesia Terima Obat Antivirus Buatan Pfizer