Waspada Omicron, Pintu Kedatangan Dalam Negeri Kembali Dibuka Demi Jaga Hubungan Baik Antarnegara

photo author
Tim Protokol24 01, Protokol24
- Selasa, 18 Januari 2022 | 17:00 WIB
Terminal kedatangan Bandara Soetta, Tangerang.*
Terminal kedatangan Bandara Soetta, Tangerang.*

JAKARTA, PROTOKOL24- Ketua Satgas Penanganan Covid-19, Letnan Jenderal TNI Suharyanto mengatakan, angka positif Covid-19 di Indonesia terus mengalami kenaikan sejak Natal 2021 dan Tahun Baru 2022 (Nataru).

Di tengah kenaikan angka positif Covid-19, pemerintah kembali membuka pintu kedatangan dalam negeri untuk pelaku perjalanan dari sejumlah negara yang terjangkit Omicron.

Letnan Jenderal TNI Suharyanto mengemukakan pembukaan kembali pintu kedatangan dalam negeri dilakukan untuk menjaga hubungan dan stabilitas ekonomi.

Sebelumnya pemerintah telah menetapkan larangan masuk bagi warga negara asing (WNA) asal 14 negara dengan transmisi komunitas Omicron.

"Virus Omicron sudah menyebar di 150 negara lebih. Jadi, kalau hanya menutup 14 negara, timbul protes, ketidakadilan," kata Letnan Jenderal TNI Suharyanto, seperti dikutip Protokol24 dari Pikiran Rakyat berjudul Demi Ekonomi, WNA Boleh Masuk Indonesia Saat Omicron Menyebar.

Baca Juga: Dua Minggu Setelah Diresmikan, Bupati Karawang Kembali Datang Meninjau Kerusakan Jembatan Rp10 Miliar 

Dia mengatakan, kebijakan tersebut diiringi penerapan protokol kesehatan (prokes) ketat.

"Saat ini sudah tidak dibatasi (kedatangan luar negeri), tetapi tetap karantina tujuh hari," katanya.

Ketetapan masa karantina selama sepekan bagi pendatang dari luar negeri, kata Suharyanto, diberlakukan karena para ahli mengatakan masa inkubasi omicron adalah 3-6 hari.

"Bahkan, di Amerika Serikat, setelah 5 hari karantina dianggap sudah sembuh," katanya.

Baca Juga: Ledakan Dahsyat Gunung Bawah Laut Terdengar Hingga 9.000 km ke Alaska, Kondisi Warga di Tonga Masih Abu-Abu 

Ia mengatakan, dibukanya kembali pintu kedatangan luar negeri adalah salah satu cara agar kesehatan dan ekonomi tetap terjaga. Hal itu juga dilakukan untuk menjaga hubungan baik dengan negara lain.

Di Indonesia, angka positif Covid-19 terus mengalami kenaikan sejak Natal 2021 dan Tahun Baru 2022.

Kasusnya didominasi pelaku perjalanan luar negeri (PPLN). ”PPLN yang dirawat di Rumah Sakit Darurat Covid-19 Wisma Atlet, Jakarta mencapai 89 persen. Jadi, kita tetap waspada, tetapi tidak perlu panik karena kasus di Indonesia tidak terjadi seperti di Inggris dan Amerika Serikat," ujarnya seperti dilaporkan Antara.

Baca Juga: Polisi Ungkap Fakta Berbeda Dengan Pakar Telematika Soal Video Syur Mirip Nagita Slavina

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Cipyadi

Sumber: Pikiran Rakyat

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Terpopuler

X