Virus Covid-19 Omicron di Amerika Serikat 'Menggila', Penambahan Nyaris Sentuh 1 Juta Kasus dalam Sehari

photo author
Irma Cristine, Protokol24
- Rabu, 5 Januari 2022 | 07:29 WIB
Virus Covid-19 Omicron di Amerika Serikat 'Menggila', Penambahan Nyaris Sentuh 1 Juta Kasus dalam Sehari
Virus Covid-19 Omicron di Amerika Serikat 'Menggila', Penambahan Nyaris Sentuh 1 Juta Kasus dalam Sehari

Protokol24 - Kasus covid-19 di Amerika Serikat tengah ‘menggila’. Dalam sehari penambahannya bisa mencapai 1 juta kasus. Adanya varian baru Omicron memberi dampak paling besar terhadap penambahan kasus.

Diperkirakan sekitar 95,4 persen disumbang oleh varian Omicron. Dikhawatirkan rumah sakit di Amerika Serikat kewalahan tangani lonjakan kasus tersebut. 

Meskipun hingga saat ini, laporan dari WHO bahwa Omicron belum menyebabkan akibat yang fatal bagi pasien.

Baca Juga: Daftar Harga Samsung Galaxy M Terbaru Awal Januari 2022, M02, M30s, M22, M32, M11, M12, M21, M52, M62

Penambahan tersebut tak lepas dari cepatnya kemampuan menyebar yang dimiliki oleh varian Omicron. Varian tersebut diklaim lebih ganas menyebar dibandingkan dengan varian Delta.

Penambahan kasus di Amerika minggu ini merupakan dua kali lipat dari minggu lalu yang hanya sekitar 486.000 saja. Munggu ini jumlahnya meningkat pesat.

Baca Juga: Polisi Tangkap 4 Pelaku Kasus Pemerkosaan dan Penjualan Anak 14 Tahun di Bandung, Ini Peran Mereka

Virus Omicron sendiri saat ini sudah ditemukan di Indonesia. Pemerintah pun sudah melakukan berbagai antisipasi guna menghalau virus tersebut.

Saat ini, jumlah kasus Omicron di Indonesia sudah mencapai 100 lebih. Masyarakat pun diminta untuk tetap menjaga protokol kesehatan yang ketat dan tetap menjaga jarak satu sama lain.

Baca Juga: BPIP Kembali Hadirkan Pendidikan Pancasila di Sekolah, Bahan Ajar Terpisah dari Pendidikan Kewarganegaraan

Jangan lupa hindari kerumunan untuk mengantisipasi hal yang tak diinginkan.***

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Irma Cristine

Sumber: Reuters

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Terpopuler

X