PROTOKOL24- Verawaty Fadjrin, salah satu pahlawan bulu tangkis Indonesia meninggal dunia di Rumah Sakit Dharmais, Jakarta, Minggu, 21 November 2021.
Legenda bulu tangkis Indonesia itu meninggal dunia dalam usia 64 tahun. Sebelumnya, Verawaty Fadjrin, atlet buku tangkis yang semasa hidupnya berhasil menorehkan sederet prestasi membanggakan itu sempat menjalani perawatan akibat sakit kanker paru-paru.
"Innaalillaahi wa inna ilaihi rojiun. PBSI dan keluarga besar bulu tangkis Indonesia turut berduka cita atas berpulangnya salah satu pahlawan bulu tangkis Indonesia, Verawaty Fadjrin," kata Umum PP PBSI, Agung Firman Sampurna, dikutip PROTOKOL24 dari Pikiran Rakyat, berjudul Verawaty Fadjrin Meninggal Dunia, Pahlawan Bulutangkis Indonesia Berpulang di Usia 64 Tahun.
Baca Juga: Siaga Darurat Bencana Hidrometeorologi, Indramayu Petakan Potensi Bencana
Pemain yang berjasa besar mengangkat prestasi bulu tangkis Indonesia di pentas dunia itu, dimakamkan di TPU Tanah Kusir Jakarta Selatan. Jenazah disemayamkan di rumah duka, Kavling DKI Cipayung, Jalan Durian Blok T 1 No 23 RT 01/RW 08, Cipayung, Jakarta Timur.
Verawaty Fadjrin lahir di Jakarta, 1 Oktober 1957, meninggalkan suami tercintanya, Fadjriansyah Bidoein, serta seorang anak Fidyandini dan dua cucu.
"Semoga arwahnya diterima di sisi Allah dan keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan," ungkap Agung Firman Sampurna.
Baca Juga: Harganya Cuma Rp 2 Jutaan Tapi Spesifikasinya Dewa, Intip Kelebihan HP Infinix HOT 11S
Verawati Fadjrin semasa hidup merupakan atlet berprestasi. Ia sukses menjuarai Kejuaraan Dunia 1980 di Jakarta. Dia menjadi kampiun usai di final mengalahkan rekannya, Ivana Lie, 11-1, 11-3.
Setahun sebelumnya, bersama Imelda Wigoena, Vera juga merenggut juara All England 1979 setelah menekuk Atsuko Tokuda/Mikiko Takada (Jepang), 15-3, 10-15, 15-5.
Mereka pun menjadi pasangan ganda putri kedua Indonesia yang sukses di All England setelah Minarni/Retno Kustiyah yang melakukannya pada 1968. Bersama Imelda pula, Vera merebut emas SEA Games Manila 1981.
Bersama Imelda pula, Vera juga sukses merebut medali emas Asian Games VIII/1978 di Bangkok. Mereka di final mengalahkan Chiu Yu Fang/Cheng Hui Ming (China). Sebelumnya, mereka juga memenangi titel Denmark Terbuka 1978.
Baca Juga: Mengerikan, Harimau Masuk Permukiman Warga di Aceh, Lima Ternak Warga Hilang Begitu Saja
Di luar itu, masih prestasi besar lainnya. Bersama Eddy Hartono, Vera sebelumnya juga ikut mengantarkan Indonesia memboyong Piala Sudirman 1989.