PROTOKOL24- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Indramayu mengingatkan potensi besar terjadinya bencana banjir di beberapa kecamatan. BPBD pun meminta semua pihak untuk melakukan upaya antisipasi sedini mungkin.
Kepala Pelaksana BPBD Indramayu Dadang Oce Iskandar mengatakan peningkatan curah hujan menurut prakiraan BMKG Jatiwangi, Majalengka akan memasuki puncaknya pada Desember, Januari hingga Februari 2022 mendatang.
Menurut data 2020, skala banjir di Kabupaten Indramayu masuk dalam skala sedang, namun kerusakan dan kerugiannya dirasakan.
"Seperti rusaknya tanggul-tanggul dan area persawahan sekitar 13.629 hektare terdampak di 21 kecamatan dan 137 desa," sebut Kepala Pelaksana BPBD Indramayu Dadang Oce Iskandar, Minggu, 21 November 2021.
Baca Juga: UMP Jawa Barat 2022 Diumumkan Alami Kenaikan 1,72 Persen
Menurutnya bencana banjir Indramayu bukan hanya karena curah hujan yang tinggi, melainkan harus diwaspadai lokasi tanggul-tanggul sungai yang rawan jebol imbas dari adanya kiriman air dari hulu yang dialirkan ke Kabupaten Indramayu.
"Saluran pembuangan akan dibuka semuanya ini yang akan membuat kita khawatir seperti Kabupaten Karawang dan Bekasi. Ketika saluran pembuangan dibuka semua karena bendungan sudah penuh air, nanti akan membuat kita kaget," jelasnya.
BPBD mengajak semua pihak untuk meningkatkan kesiapsiagaan agar kejadian serupa tahun lalu jangan sampai terulang kembali. BPBD juga telah menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Siaga Darurat Bencana Hidrometeorologi (Banjir, Longsor, Cuaca Ekstrim, Gelombang Ekstrim dan Abrasi).
Baca Juga: Harganya Cuma Rp 2 Jutaan Tapi Spesifikasinya Dewa, Intip Kelebihan HP Infinix HOT 11S
Rakor Siaga Darurat Bencana Hidrometeorologi ini bertujuan untuk memberikan gambaran seberapa besar kendala penanggulangan bencana di Kabupaten Indramayu dengan memperhatikan data Kajian (Ensikolog) BPBD Kabupaten Indramayu tahun 2019 hingga 2023.
"Artinya analisa yang ada, masih berlaku sampai tahun 2023, nantinya ketika Bupati Indramayu mencanangkan himbauan terkait penanggulangan ini, berarti administrasi, komando, semuanya harus siap siaga," katanya.
Baca Juga: Mengerikan, Harimau Masuk Permukiman Warga di Aceh, Lima Ternak Warga Hilang Begitu Saja
BPBD juga mengajak masyarakat untuk meningkatkan Indeks Ketahanan Daerah (IDK). Sebab saat ini IDK Kabupaten Indramayu masuk dalam kategori masih rendah, yaitu dibawah 0,5. Ini merupakan hasil pemetaan 3 instansi atau lembaga yang membina masalah kesiapsiagaan ketahanan daerah dalam menanggulangi bencana.
Rendahnya IDK ini dikarenakan ketika banjir terjadi, masyarakat bukannya menolong tapi menonton, mereka juga tidak peduli terhadap kebersihan, saluran air, membuang sampah sembarangan, serta masih berfikiran urusan bencana ini urusan pemerintah bukan warganya.
Artikel Terkait
BPBD Jabar Pantau dan Antisipasi 57 Titik Banjir
Indramayu Diguncang Gempa
Ridwan Kamil Minta Semua Waspada Dampak Cuaca