Wanita Pekerja Migran yang Hilang Kontak 20 Tahun Telah Kembali ke Tanah Air, Bupati Indramayu Pastikan Pemulangannya Diproses Sejak Maret

photo author
Cipyadi, Protokol24
- Kamis, 2 Mei 2024 | 13:07 WIB
Sejak Maret 2024 lalu, Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Indramayu telah melakukan upaya proses pemulangan pekerja migran yang hilang kontak 20 tahun.
Sejak Maret 2024 lalu, Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Indramayu telah melakukan upaya proses pemulangan pekerja migran yang hilang kontak 20 tahun.

Indramayu,Protokol24.- Masiroh, seorang Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Kabupaten Indramayu yang hilang kontak selama 20 tahun telah kembali ke tengah-tengah keluarganya.

Masiroh telah kembali ke kampung halamannya di Desa Pranggong Kecamatan Arahan Kabupaten Indramayu setelah menempuh proses panjang pemulangannya.

Bupati Indramayu Nina Agustina memastikan proses pemulangan Masiroh telah dilakukan sejak Marek 2024 lalu dengan bekerjasama dengan Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) dan lembaga lainnya.

"Alhamdulillah sudah bisa berkumpul kembali bersama keluarganya, jadi saya minta kepada pekerja migran yang ada di luar apabila ada masalah segera melapor ke KBRI agar segera dibantu," ungkap Nina Agustina, didampingi Plt. Kadisnaker Indramayu Nonon Citra Wulandari, seusai peringatan Hari Buruh Internasional di Pendopo Indramayu, Rabu (1/5/2024).

Baca Juga: Membanggakan, EPPD Kabupaten Indramayu Tempati Peringkat Keempat Nasional, Bupati Nina Agustina Terima Penghargaan Mendagri 

Terkait pemulangan warganya itu, ia merinci pada Maret 2024 lalu pihak keluarga melalui Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Indramayu telah melaporkan bahwa Masiroh hilang kontak.

Menerima laporan tersebut, Disnaker kemudian melakukan pencarian data dan dokumen bersama Pemerintah Desa Pranggong dan Pemerintah Kecamatan Arahan.

Tak perlu menunggu lama, selanjutnya Disnaker juga melakukan koordinasi bersama BP2MI untuk melakukan pencarian Masiroh dan tempat tinggalnya di Suriah.

Dari pencarian data yang dilakukan, Masiroh juga diketahui sempat meminta pertolongan kepada Presiden RI melalui foto yang beredar di media sosial.

Baca Juga: Dukung Pertumbuhan Ekonomi Daerah, Mendagri Bersurat Perintahkan Bupati dan Walikota Pindahkan RKUD ke Bank Banten 

Dalam video yang beredar, Masiroh mengungkapkan bila dirinya terjebak dalam konflik yang terjadi di negara Suriah dan kehilangan dokumen sehingga tidak bisa pulang ke tanah air.

Dari penelusuran itulah, kemudian diperoleh data identitas bahwa Masiroh bekerja pada keluarga Aisah Solhadid dan M. Nasir.

Setelah dilakukan negosiasi, akhirnya Masiroh mendapatkan izin untuk pulang ke Indonesia dan menemui keluarga di kampung halamannya.(*)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Cipyadi

Sumber: PROTOKOL24

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Terpopuler

X