Indramayu,Protokol24.- Masiroh, seorang Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Kabupaten Indramayu yang hilang kontak selama 20 tahun telah kembali ke tengah-tengah keluarganya.
Masiroh telah kembali ke kampung halamannya di Desa Pranggong Kecamatan Arahan Kabupaten Indramayu setelah menempuh proses panjang pemulangannya.
Bupati Indramayu Nina Agustina memastikan proses pemulangan Masiroh telah dilakukan sejak Marek 2024 lalu dengan bekerjasama dengan Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) dan lembaga lainnya.
"Alhamdulillah sudah bisa berkumpul kembali bersama keluarganya, jadi saya minta kepada pekerja migran yang ada di luar apabila ada masalah segera melapor ke KBRI agar segera dibantu," ungkap Nina Agustina, didampingi Plt. Kadisnaker Indramayu Nonon Citra Wulandari, seusai peringatan Hari Buruh Internasional di Pendopo Indramayu, Rabu (1/5/2024).
Terkait pemulangan warganya itu, ia merinci pada Maret 2024 lalu pihak keluarga melalui Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Indramayu telah melaporkan bahwa Masiroh hilang kontak.
Menerima laporan tersebut, Disnaker kemudian melakukan pencarian data dan dokumen bersama Pemerintah Desa Pranggong dan Pemerintah Kecamatan Arahan.
Tak perlu menunggu lama, selanjutnya Disnaker juga melakukan koordinasi bersama BP2MI untuk melakukan pencarian Masiroh dan tempat tinggalnya di Suriah.
Dari pencarian data yang dilakukan, Masiroh juga diketahui sempat meminta pertolongan kepada Presiden RI melalui foto yang beredar di media sosial.
Dalam video yang beredar, Masiroh mengungkapkan bila dirinya terjebak dalam konflik yang terjadi di negara Suriah dan kehilangan dokumen sehingga tidak bisa pulang ke tanah air.
Dari penelusuran itulah, kemudian diperoleh data identitas bahwa Masiroh bekerja pada keluarga Aisah Solhadid dan M. Nasir.
Setelah dilakukan negosiasi, akhirnya Masiroh mendapatkan izin untuk pulang ke Indonesia dan menemui keluarga di kampung halamannya.(*)