daerah

497 Tahun Indramayu, Melesat Maju Wujudkan Proteksi Kesehatan Masyarakat, Ketahanan Pangan Hingga Kemajuan Industrial

Minggu, 6 Oktober 2024 | 16:25 WIB
Bupati Indramayu Nina Agustina

 

 


Indramayu,Protokol24.- Kabupaten Indramayu genap berusia 497 tahun pada 7 Oktober 2024. Jika berhitung angka, hampir lima abad dimana Raden Bagus Arya Wiralodra menapakkan jejak peradabannya di tatar pesisir sisi sungai Cimanuk.

Jejak di pesisir utama Jawa ini sudah banyak dikenal orang sejak 500 tahun yang lalu. Catatan jalur rempah banyak menyebut Chiamo, Dermayu dan Indermajoe sebagai penghasil beras dan garam pada masa Hindu Budha hingga masa kolonial.

Diusianya yang ke 497 tahun, Indramayu tak mau kalah dengan daerah daerah lain. Keinginan untuk sepadan dan maju ditorehkan oleh Bupati Indramayu Hj Nina Agustina yang saat ini kembali maju mencalonkan diri sebagai bupati untuk periode keduanya.

Kabupaten Indramayu kian melesat maju mewujudkan proteksi bagi kesehatan masyarakatnya, meningkatkan ketahanan pangan, hingga kemajuan insutrialnya.

Baca Juga: Literasi Budaya Lewat Acara Adat Desa, Mahasiswa dan Pemuda Sukses Gelar Ngunjung Tumpeng Bareng Mermule Buyut Tambi 2024 


Program proteksi kesehatan untuk seluruh masyarakat Indramayu yang digelontorkan melalui anggaran APBD Kabupaten Indramayu mencapai Rp89 milyar, merupakan upaya Nina Agustina untuk memberikan layanan terbaik kepada masyarakat di bidang kesehatan.

Program layanan kesehatan gratis ini berlaku untuk semua masyarakat pemegang KTP Kabupaten Indramayu tanpa terkecuali.

Universal Health Coverage (UHC), merupakan Program kebijakan Nina Agustina terkait Pemberian Bantuan Iuran atau Premi asuransi BPJS kepada masyarakat untuk menjadi peserta BPJS kelas 3.

Proteksi kesehatan kepada masyarakat ini belum semua kabupaten/kota di negeri ini merogoh APBD yang dimilikinya untuk Program yang dibutuhkan oleh semua orang ini.

"Pemkab Indramayu telah menggelontorkan anggaran sebesar Rp89 Milyar dan ini semua bentuk keberpihakan saya sebagai kepala daerah dalam memproteksi masyarakat," jelas Hj Nina Agustina dalam wawancaranya beberapa waktu lalu.

Baca Juga: Tegaskan Berkiblat Pada Kepengurusan Hasil Kongres Luar Biasa, Ini Pernyataan Lengkap Sikap PWI Jawa Barat 

Tidak hanya bidang kesehatan, Kabupaten Indramayu yang dikenal sebagai lumbung padi nasional dengan luasan area tanam mencapai 125.442 hektar dan tingkat produksi mencapai 1,8 juta ton Gabah Kering Giling (GKG) per-tahun, juga diproteksi agar lahan pertanian tidak beralih fungsi.

Pemerintah Kabupaten Indramayu menjaga lahan pertanian melalui program Lahan Sawah Dilindungi (LSD) dan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B).
Dua program ini tidak lain agar lahan pertanian padi yang menjadi andalan sekaligus mata pencaharian sebagian besar masyarakat Indramayu tidak hilang seiring bergerak majunya industri di Kota Mangga.

Halaman:

Tags

Terkini