Bupati Indramayu Nina Agustina Maksimalkan Kapal Keruk Bermartabat Normalisasi Muara Sungai Bebas Sedimentasi

photo author
Cipyadi, Protokol24
- Selasa, 30 Juli 2024 | 21:54 WIB
Bupati Indramayu Nina agustina meninjau kerja Kapal Keruk Bermartabat yang tengah melakukan normalisasi di muara sungai TPI Sukahaji Kecamatan Patrol. (Ist/protokol24)
Bupati Indramayu Nina agustina meninjau kerja Kapal Keruk Bermartabat yang tengah melakukan normalisasi di muara sungai TPI Sukahaji Kecamatan Patrol. (Ist/protokol24)

 

Indramayu,Protokol24.- Pemerintah Kabupaten Indramayu terus memaksimalkan Kapal Keruk Bermartabat untuk melakukan normalisasi muara-muara sungai agar sedimentasi lumpur bisa diatasi.

Sejak diluncurkan pada Desember 2023 lalu, Kapal Keruk Bermartabat telah melakukan normalisasi di sejumlah muara sungai, antara lain Glayem, Lombang, Limbangan, Karangsong, Eretan Wetan dan Eretan Kulon.

Kehadiran Kapal Keruk Bermartabat yang bernilai sekitar 15 miliar ini pun disambut baik para nelayan. Sebab akan mempermudah akses keluar masuk kapal.

Baca Juga: Gencarkan Sosialisasi, Kecamatan Sliyeg Siap Sukseskan Pilkada Serentak 2024 

Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan (Diskanla) Kabupaten Indramayu, Edi Umaedi menyebutkan saat ini Kapal Keruk Bermartabat tengah melakukan normalisasi di muara sungai TPI Sukahaji Kecamatan Patrol.

Ia memastikan kehadiran kapal yang dirancang khusus itu, akan terus bergerak melakukan normalisasi di muara sungai yang terdapat tempat pelelangan ikan atau TPI.

"Saat ini kami tengah lakukan normalisasi di muara Sukahaji yang dihadiri langsung Bupati Indramayu. Setelah dari Sukahaji kita ke Ujunggebang Kecamatan Sukra," sebut Edi Umaedi.

Baca Juga: IKWI Indramayu Gelar Rangkaian Kegiatan Sambut HUT ke-63 Tahun, Perkuat Peran Melalui Program Sejoli Hingga Hallo Gaes 

Bupati Indramayu Nina Agustina meninjau langsung kegiatan tersebut dan bertemu dengan ratusan nelayan yang memenuhi TPI Sukahaji.

Kehadirannya untuk memastikan secara langsung bahwa kegiatan normalisasi benar-benar dilakukan secara maksimal hingga masyarakat merasakan manfaatnya.

Bergeraknya Kapal Keruk Bermartabat sejak akhir tahun lalu itu, dikatakan Nina bermula dari keprihatinannya terhadap kondisi muara.

Selama ini banyak kapal atau perahu nelayan yang susah keluar masuk muara karena tingginya sedimentasi lumpur.

Akibatnya banyak kapal yang terjebak lumpur apalagi jika kondisi sungai mengalami kekeringan atau surut.

"Dengan pengerukan di muara sungai yang memiliki TPI ini diharapkan proses keluar masuk kapal atau perahu menjadi lancar dan aktivitas bongkar muat di TPI menjadi meningkat," ungkap Nina Agustina.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Cipyadi

Sumber: PROTOKOL24

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Terpopuler

X