"Kita proteksi lahan pertanian agar tidak tergerus oleh industrialisasi yang perlahan mulai melirik Indramayu sebagai lahan utama para investor" tutur Nina.
Meski berstatus sebagai daerah pertanian, Nina Agustina juga memberikan ruang bagi investor untuk menanamkan investasinya di kabupaten Indramayu.
Pemkab Indramayu menyiapkan enam wilayah kawasan industri sebagai penyangga kawasan Rebana. Keenam wilayah tersebut meliputi Kecamatan Losarang, Sukra, Balongan, Cikedung, Gantar dan Terisi.
"Kita buka peluang seluas luasnya untuk investor berinvestasi di Indramayu. Sudah kita siapkan enam titik kawasan untuk mereka berusaha. Imbasnya pada penyerapan ratusan ribu tenaga kerja lokal," jelas Nina.
Ia juga meminta agar anak-anak muda Indramayu mulai mempersiapkan kemampuan diri agar tidak menjadi penonton di daerah sendiri.
Nina sendiri meminta generasi muda Indramayu untuk fokus dengan melesatnya Indramayu ke arah industrialisasi ini, akan menjadi peluang bagi masyarakat Indramayu untuk bekerja di tanahnya sendiri.
Artinya, lanjut Nina, program ini akan membawa masyarakat Indramayu sejahtera.
"Tidak perlu lagi kerja ke daerah lain kalau di daerah kita sendiri peluang kerja itu ada. Mulai hari ini ayo asah kemampuan dan keterampilan kita terutama anak-anak muda Indramayu. Kalian pasti bisa," tandasnya.
Dalam kesempatan lain, Nina memaparkan selama tiga setengah tahun ini sudah 88 persen infrastruktur kita perbaiki.
Dari mulai jalan desa, jalan Kabupaten, jalan usaha tani, hingga kebutuhan insfratruktur lainnya.
Waktu yang tidak genap lima tahun dalam membangun Indramayu ini, kata Nina menjadikan dorongan agar rakyatnya yang tersebar di 31 kecamatan dapat merasakan sentuhan pembangunan. DIRGAHAYU INDRAMAYU-KU. (*)