PROTOKOL24 - Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Cimanuk-Cisanggarung (Cimancis) mengelar Apel Kesiapsiagaan di Embung Jangkar, Sindang, Kabupaten Indramayu, Rabu, 3 November 2021. Apel yang mengangkat tema 'Antisipasi Potensi Bencana Pada Musim Penghujan' melibatkan unsur SDA Jawa Barat, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas PUPR, Dinas Lingkungan Hidup dan beberapa komunitas pecinta alam di Kabupaten Indramayu.
Kepala BBWS Cimancis Ismail Widadi mengatakan, terdapat lima pilar kesiapsiagaan dalam rangka mengantisipasi potensi bencana pada musim penghujan di Indramayu. Pertama petugas diminta harus siap siaga 24 jam untuk mendapatkan perintah dan mempersiapkan diri, baik peralatan hingga materialnya.
Baca Juga: Citarum Harum Dipaparkan Gubernur Jabar Dalam KTT COP26
Lalu yang kedua, lanjutnya, melakukan identifikasi lokasi kritis melalui penelurusan atas laporan dari masyarakat. Ketiga, petugas di lapangan mengerahkan seluruh kemampuannya dalam mengatasi titik bencana. Selain itu, kesiapsiagaan keempat, yakni petugas mengamati terus-menerus pada lokasi kritis dan jika terdapat potensi yang membahayakan segera melaporkannya.
"Dan yang kelima, menjaga koordinasi dan kolaborasi antar petugas terutama sesama jejaring komunikasi untuk tetap solid, bersahabat, bersaudara dalam kesiapsiagaan untuk menyelamatkan orang-orang sekitar dan nyawa diri sendiri di lokasi terjadinya bencana," kata Ismail.
Data BBWS menyebutkan, terdapat 27 titik kritis di wilayah Kabupaten Indramayu yang berpotensi bencana banjir pada musim penghujan. Namun melalui mekanisme antisipasi, sebanyak 11 titik berhasil dilakukan perbaikan, sementara 16 titik masih dalam proses pengerjaan dan diharapkan segera rampung secara bertahap.
“27 titik kami identifikasi dan terdapat 11 titik sudah kami atasi, diantaranya dengan pembangunan tanggul dan lainnya. Sementara yang belum kami atasi ada 16 titik,” sebutnya.
Baca Juga: Jenderal Andika Perkasa Diusulkan Calon Tunggal Panglima TNI
Menurutnya, langkah antisipasi agar tidak terjadi potensi banjir di Indramayu perlu dimulai dengan meningkatkan kesadaran masyarakat melalui upaya menjaga lingkungan sekitar. Termasuk aliran sungai dan irigasi agar tidak tersumbat oleh sampah pada saat turun hujan.
“Ingat, banjir terjadi di antaranya dipengaruhi oleh faktor manusia, seperti membuang sampah sembarang apabila tidak tertangani, akan menyumbat saluran air. Selain itu, tersumbat karena tanggulnya longsor,” tambahnya.
Untuk itu ia berharap agar masyarakat tidak membuang sampah sembarangan, apalagi di aliran sungai. Masyarakat juga diimbau untuk mengurangi aktivitas di dekat tanggul sungai. Hal ini sebagai antisipasi ketika datangnya longsor akibat tanggul yang terkikis oleh derasnya air sungai, maupun debit air yang tinggi ketika hujan datang.***
Baca Juga: Harga HP Samsung Terbaru Tahun 2021, Jajaran Samsung Galay A Series Termurah Hingga Termahal