PROTOKOL24 - Presiden Joko Widodo dijadwalkan membuka Monumen Perjuangan Pandemi Covid-19 Jabar pada 10 November 2021. Monumen yang terletak di Jalan Surapati, Kota Bandung itu, akan diresmikan bertepatan dengan peringatan Hari Pahlawan.
Monumen Perjuangan Covid-19 Jabar dibangun Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk menghargai perjuangan para tenaga kesehatan, relawan dan ASN yang terlibat dalam penanganan pandemi Covid-19.
Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman Jabar Boy Iman Nugraha mengatakan, Monumen Perjuangan Pandemi Covid-19 Jabar merupakan bagian dari kawasan Monumen Perjuangan Rakyat Jawa Barat. Dalam monumen tersebut terdapat nama-nama para tenaga kesehatan, relawan maupun ASN yang terlibat dalam penanganan Covid-19.
Baca Juga: Pembelajaran Tatap Muka Dihentikan Setelah Guru dan Siswa Diketahui Positif COVID-19
Nama mereka dipahat di dua sisi kiri dan kanan gerbang monumen. Melaui monumen ini, masyarakat yang memanfaatkan kawasan tersebut diajak untuk merenungkan dan terus berupaya meminimalisasi kasus Covid-19 di Jawa Barat.
“Pembangunan monumen ini sudah direncanakan sejak 2013-2014 lalu, di mana Pemda Provinsi Jabar sudah merencanakan merevitalisasi kawasan Monumen Perjuangan Rakyat Jawa Barat dan Gasibu. Kemudian bersamaan dengan PON 2016 kawasan Monumen Perjuangan Rakyat Jawa Barat dengan Gasibu dijadikan teupas (etalase) Jawa Barat,” jelas Boy Iman Nugraha.
Baca Juga: Ini Perjalanan Karier Jenderal Andika Perkasa, dari Perwira Pertama Hingga Disetujui Jadi Panglima
Ia menyebutkan pembangunannya ada empat segmen. Monumen Perjuangan Pandemi Covid-19 sendiri termasuk segmen pertama bersama dengan Kawasan Gasibu dalam areal Welcome Plaza. Sementara segmen kedua adalah Griya Kriya atau tempat promosi, Segmen ketiga Ruang Festival, dan Segmen keempat adalah Monumen Perjuangan Rakyat Jabar di Jalan Dipatiukur sebagai induknya.
Pada tahun 2020 Pemda Provinsi Jabar melalui Dinas Perumahan Permukiman itu memiliki anggaran untuk revitalisasi kawasan Monumen Perjuangan Jawa Barat atau Monju. Namun karena terjadi pandemi, maka mengalami refocusing, serta rasionalisasi anggaran dan baru bisa menyelesaikan Welcome Plaza ini.
Mulanya Welcome Plaza ini dijadikan gerbang pandang yang menghubungkan Gedung Sate – Monju dan Gunung Tangkubanparahu. Jika melihat dari utara maka akan terlihat Kawasan Gasibu dan Gedung Sate, sedangkan jika dari selatan akan terlihat Kawasan Monju dan Gunung Tangkubanparahu.
Baca Juga: HP Harga 1 Jutaan yang Cocok Untuk Main Game Free Fire, Mobile Legends, Ada Xiaomi, Infinix, Samsung
Awalnya Pemda Provinsi Jabar hanya akan membangun Welcome Plaza di kawasan Monumen Perjuangan Rakyat Jawa Barat. Tapi di tengah perjalanan, Gubernur Jabar Ridwan Kamil mengusulkan ide membangun monumen untuk menghormati para nakes yang berjuang di garda terdepan.
Terdapat 291 nama yang tercatat di Monumen Perjuangan Pandemi Covid-19 Jabar, 44 nakes di antaranya berstatus sebagai aparatur sipil negara. Monumen ini diperuntukkan sebagai pengingat bahwa menangani pandemi tidak mudah dan butuh pengorbanan termasuk jiwa.
“Jadi ada dua esensi. Satu sebagai penghargaan terhadap dedikasi, yang kedua adalah sebagai tempat perenungan bagi kita," katanya.***