PROTOKOL24- Cuaca ekstrem yang melanda Kabupaten Majalengka dalam beberapa hari terakhir mengakibatkan terjadinya bencana alam di daerah tersebut. Bencana alam ini terjadi akibat hujan dengan intensitas tinggi serta angin kencang.
Bahkan dalam kurun waktu 3 hari terakhir, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, mencatat telah terjadi 29 kejadian bencana alam akibat cuaca ekstrem.
Kepala Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi BPBD Kabupaten Majalengka Indrayanto menyebutkan bencana alam akibat cuaca ekstrem yang terjadi dalam tiga hari terakhir antara lain, tanah longsor, angin kencang, banjir dan pohon tumbang.
"Kami mendata ada 29 kejadian bencana alam dalam waktu tiga hari ini terakhir," kata Indrayanto, seperti dikutip PROTOKOL24 dari Antara, Senin, 13 Desember 2021.
Akibat bencana alam yang terjadi kurang dari sepekan itu, BPBD Majalengka merilis terdapat kerugian materiil, mulai dari kerusakan rumah dan bangunan lainnya yang juga mengalami kerusakan. Bahkan mengakibatkan jalan tertutup longsor dan amblas.
Meski demikian, BPBD Majalengka memastikan tidak ada korban jiwa dalam 29 kejadian bencana alam tersebut.
BPBD Majalengka pun terus melakukan pendataan di lapangan dan memantau perkembangan yang terjadi.
Baca Juga: Optimis Target Tercapai Akhir 2021, Vaksinasi Booster Dimulai 1 Januari 2022
Sebelumnya, BPBD Majalengka sudah melakukan berbagai mitigasi untuk meminimalkan terjadinya bencana alam dan korban jiwa, dengan membuat surat edaran siaga darurat banjir dan longsor.
Termasuk telah melakukan koordinasi dengan instansi terkait dalam rangka menanggulangi bencana dan mencegah terjadinya bencana.
BPBD Majalengka mengajak masyarakat untuk bergotongrotong menjaga lingkungan sebagai upaya meminimalkan terjadinya bencana alam. Upaya masyarakat ini menjadi bagian dari bentuk mitigasi.***