daerah

Jawa Barat Masih Bebas Omicron, Dinkes Minta Masyarakat Jangan Abaikan Prokes

Jumat, 17 Desember 2021 | 09:06 WIB
Omicron Masuk Indonesia, Dinas Kesehatan Jawa Barat meminta masyarakat tetap mematuhi protokol kesehatan (prokes). (Ilustrasi/IST/themaymail)

 

PROTOKOL24- Kepala Dinas Kesehatan Jawa Barat dr Nina Susana Dewi mengaku khawatir saat masa libur Natal dan Tahun Baru (Nataru). Ia mengkhawatirkan masyarakat mengabaikan protokol kesehatan (prokes).

Apalagi untuk kasus harian Covid-19 di Jawa Barat saat ini berdasarkan data 11 Desember 2021, angkanya mencapai 40 kasus per hari.

"Meski kecil tetap itu jadi perhatian kita termasuk pada Nataru. Kami deg degan masyarakat turun prokesnya," kata Kadinkes Jabar dr Nina Susana Dewi seperti dikutip PROTOKOL24 dari Antara, Jumat, 17 Desember 2021.

Baca Juga: Giliran Oknum Guru Pesantren Tasikmalaya Jadi Tersangka, Lima Tahun Lakukan Asusila Terhadap Santriwatinya

Hingga saat ini, Dinas Kesehatan memastikan belum ada warga yang terpapar varian Omicron di Jawa Barat. Namun saat ini 60 persen warga yang terpapar Covid-19 didominasi oleh varian delta.

Meski demikian, Dinas Kesehatan Jawa Barat mengingatkan penyebaran varian Omicron bisa lebih cepat dari varian lainnya. Secara umum Omicron memiliki gejala yang sama dengan varian Delta.

"Termasuk orang yang sudah divaksin juga dia tahan. Tapi untuk kematian dan sebagainya belum terbukti, hanya dia penyebarannya lebih cepat," sebut Nina.

Baca Juga: Nataru kali ini, ASTRA Tol Cipali mulai mengoperasikan Jalan Tol Akses BIJB Kertajati

Untuk mencegah penyebaran Omicron, Dinas Kesehatan Jawa Barat meminta masyarakat untuk tidak mengabaikan protokol kesehatan (prokes).

Sebab menurut Nina, selama protokol kesehatan dijalankan dan juga 3T ditempuh, maka ancaman Omicron bisa diantisipasi.

"Paling sekarang yang paling dikhawatirkan itu pas Nataru (Natal 2021 dan Tahun Baru 2022), kalau masyarakat masih ingin berwisata dan membuka masker itu yang dapat menyebabkan penyebaran ada. Bahkan Omicron bisa saja ada atau tidak," ungkap Nina.

Baca Juga: Daftar Mobil yang Berhenti Produksi Pada Tahun 2021 Ini, Ada yang Tergantikan dan Tergusur Perlahan 

Menghadapi momen Nataru, Dinas Kesehatan Jawa Barat akan menyiapkan pos kesehatan di tempat-tempat yang berpotensi mengundang keramaian atau kerumunan.

Pada pos-pos kesehatan yang didirikan itu, petugas yang disiagakan akan menawarkan vaksinasi dan PCR melalui kolaborasi bersama Satpol PP, serta Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jawa Barat.

Halaman:

Tags

Terkini