Antisipasi Penyebaran Omicron, Ridwan Kamil Tegas Tutup Seluruh Alun-alun Jelang Tahun Baru

photo author
Cipyadi, Protokol24
- Sabtu, 25 Desember 2021 | 17:32 WIB
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil saat memimpin apel Gelar Pasukan pengaman Nataru dalam rangka Ops Lilin Lodaya 2021. (INILAH/Cesar Yudistira)
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil saat memimpin apel Gelar Pasukan pengaman Nataru dalam rangka Ops Lilin Lodaya 2021. (INILAH/Cesar Yudistira)


PROTOKOL24- Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menegaskan semua alun-alun di Jabar akan ditutup. Langkah ini diambil sebagai upaya mengurangi aktivitas masyarakat saat libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) guna mencegah penyebaran virus Covid-19, terutama varian Omicron.

Langkah Ridwan Kamil menutup alun-alun tetap dilakukan meskipun pemerintah pusat memutuskan tidak ada penyekatan jalan saat Nataru. Akan tetapi Jawa Barat tetap akan memperketat aturan, salah satunya dengan meniadakan kegiatan perayaan tahun baru.

"Kami akan mengetatkan dengan tidak memperbolehkan perayaan tahun baru di ruang publik. Maka alun-alun dan ruang publik diimbau untuk ditutup selama menjelang tahun baru sesuai arahan dari Kapolri agar mengurangi potensi kehadiran kerumunan," tegas Ridwan Kamil.

Baca Juga: Ini Sejarah Awal Mula Perayaan 1 Januari Sebagai Tahun Baru

Berbagai langkah terus dilakukan untuk mencegah penyebaran Omicron, salah satunya dengan meniadakan titik-titik yang berpotensi dapat mengakibatkan kerumunan saat libur Nataru.

Penutupan alun-alun yang dilakukan ini, berpedoman pada Instruksi Menteri Dalam Negeri nomor 66 tahun 2021 tentang Pencegahan dan Penanggulangan Covid-19 pada Natal dan Tahun Baru (Nataru).

Selain menutup alun-alun, Pemprov Jawa Barat juga akan melakukan pengetatan di tempat-tempat wisata. Pengetatan dilakukan dengan meningkatkan pengawasan dalam penggunaan aplikasi PeduliLindungi, termasuk kepatuhan dalam memenuhi syarat kapasitas pengunjung sesuai protokol kesehatan.

"Kemudian juga akan kita ketatkan di pusat wisata untuk memastikan aplikasi PeduliLindungi benar-benar digunakan, sebagai dasar untuk menyeleksi orang-orang yang punya potensi Covid-19 bisa diskrining melalui aplikasi tersebut juga karena sudah melakukan vaksin kurang lebih dua kali," kata Ridwan Kamil.

Baca Juga: Xiaomi Redmi Note 10S, HP Spesifikasi Setengah Dewa yang Harganya Sudah Turun Ratusan Ribu

Selama masa Nataru itu, Ridwan Kamil memastikan petugas yang disiagakan akan melakukan upaya antisipasi terjadinya pergerakan orang yang dapat mengakibatkan terjadinya kerumunan saat Nataru.

Petugas gabungan disiagakan di berbagai titik strategis yang kemudian juga dikombinasikan dengan random antigen, hingga pengecekan vaksinasi.

Ridwan Kamil mengingatkan pandemi Covid-19 masih belum sepenuhnya berakhir meskipun saat ini sudah mulai mengalami penurunan kasusnya.

Terlebih dengan mulai terdeksinya varian Omicron, maka kesiapsiagaan dan kewaspadaan mutlak diperlukan oleh semua pihak dengan tetap memperhatikan disiplin protokol kesehatan (prokes).***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Cipyadi

Sumber: Pemprov Jabar

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Terpopuler

X