Gus Fawait Tegaskan Perlu Ada Lompatan Jelas, Politisi Santri Ini Siap Maju Pilkada Jember Demi Membangun Daerah

photo author
Cipyadi, Protokol24
- Kamis, 18 Juli 2024 | 12:56 WIB
Pertemuan CEO Promedia Teknologi Indonesia, Agus Sulistriyono dengan Bakal Calon Bupati Jember, Gus Fawait. (AdaTah)
Pertemuan CEO Promedia Teknologi Indonesia, Agus Sulistriyono dengan Bakal Calon Bupati Jember, Gus Fawait. (AdaTah)

Untuk dapat mengembangkan semua itu, Gus Fawait yang berlatar belakang santri menilai pondok pesantren memiliki peran penting dalam pembangunan daerah.

“Kita punya banyak sekali pondok pesantren kurang lebih yang tercatat sekitar 700 pesantren, maka perlu dikembangkan dengan baik,” tuturnya.

Baca Juga: Pawai Sambut Tahun Baru Islam 1446 Hijriah, Sentanu Muharram Festival Gelar Pengajian Hingga Penyerahan Santunan 

Pesantren yang berkembang saat ini, tidak saja dalam ilmu agama tetapi bisa menjadi pengungkit ekonomi mendukung pembangunan daerah.

“Jadi memang jika pondok pesantren ini bisa dikembangkan dengan baik, maka nantinya ekonomi di sekitar pondok pesantren bisa meningkat dan kesejahteraan bisa meningkat,” tegasnya.

Kader Ansor ini juga menambahkan, kedepannya bila ditakdirkan sebagai Bupati Jember perlu sokongan publikasi dan konsep dalam membangun pesantren secara khusus, serta sektor lain secara luas.

“Memang ini menjadi langkah yang baik bagi kami bisa nantinya berkolaborasi dengan Promedia Teknologi, dalam membangun Jember 5 tahun ke depan,” paparnya saat bertemu CEO Promedia Teknologi Indonesia, Agus Sulistriyono.

Baca Juga: Konferensi Kerja PWI Indramayu Menyamakan Persepsi Selaraskan Pencapaian Visi Misi Panca Aksi Dedikasi 

Atas hal itu, Agus Sulistriyono menyambut baik dan menjelaskan bahwa salah satu visinya pendirian Promedia adalah untuk turut serta membangun negeri lewat pembukaan lapangan kerja.

Diuraikannya, dalam inkubator content creator ini, para santri diberikan bekal pelatihan membuat konten dalam format text dan video.

Kemudian dipublish ke platform website dan sosial media yang langsung dikelola oleh para santri.

“Lewat teknologi yang kami punya, ingin kontribusi ke pesantren dengan membangun konsep satu pesantren, satu inkubator content creator. Para santri bisa mensyiarkan ilmu yang dipelajari bagi masyarakat umum,” jelas Agus Sulistriyono.(*)

 

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Cipyadi

Sumber: Promedia Teknologi Indonesia

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Terpopuler

X