JAKARTA,PROTOKOL24.— Erick Thohir menempati elektabilitas calon wakil presiden (cawapres) dengan elektabilitas tertinggi. Bahkan hasil survei Poltracking Indonesia menyebutkan bila Menteri BUMN itu relatif stabil sejak 2021 lalu.
Temuan survei nasional Poltracking Indonesia itu, diungkapkan Direktur Eksekutif Poltracking Indonesia Hanta Yuda AR dalam pemaparan bertajuk "Pergeseran Peta Elektoral Capres-Cawapres dan Partai Politik pada Tiga Survei Terbaru".
"Dengan peta elektabilitas capres yang cukup kompetitif dan tidak ada petahana, maka variabel cawapres menjadi sangat penting," ungkap Hanta Yuda AR, Jumat, 28 April 2023.
Lebih jauh Hanta mengemukakan, cawapres dapat menjadi faktor kunci dalam kemenangan pasangan calon pada Pilpres 2024 mendatang. Apalagi menurutnya tren elektabilitas capres sejauh ini masih cukup kompetitif dan tidak ada yang terlalu mendominasi.
Temuan survei nasional Poltracking Indonesia menunjukan Erick Thohir selalu menjadi yang teratas dalam sejumlah simulasi cawapres yang dilakukan pada 9-15 April 2023.
Hanta menyampaikan Erick meraih 16,3 persen pada simulasi 20 nama cawapres atau lebih tinggi dibandingkan Sandiaga Uno sebesar 14,8 persen dan Ridwan Kamil yang hanya 12,2 persen.
Dalam simulasi 10 nama cawapres, Hanta menyampaikan Erick tetap konsisten menduduki posisi tertinggi dengan 17,1 persen disusul Sandiaga Uno, Ridwan Kamil, Mahfud MD, dan AHY.
Baca Juga: Arus Mudik Hingga Balik Lebaran Dipastikan Lancar, Ini Penjelasan Kapolri
Erick Thohir, lanjutnya, memiliki tren elektabilitas yang stabil dan cenderung naik dalam tiga survei yang dilakukan Poltracking, pada Februari hingga April.
Bahkan Hanta memerinci tren elektabilitas Erick pada Februari tercatat sebesar 16,5 persen, kemudian Maret naik menjadi 16,7 persen, dan naik menjadi 17,1 persen pada April.
Hanta menyampaikan tren elektabilitas Erick Thohir bahkan relatif stabil sejak Oktober 2021.
"Dalam tiga survei terakhir, Erick Thohir stabil dan cenderung naik tipis. Sandiaga juga cenderung naik, Ridwan Kamil trennya turun setelah masuk Golkar, bisa jadi karena persepsi Golkar sudah punya Airlangga," ucap Hanta.
Artikel Terkait
Temuan Survei Poltracking Sebut Figur Cawapres 2024 Sangat Menentukan Nasib Calon Presidennya