PROTOKOL24- Paska erupsi Gunung Semeru, peta kawasan rawan bencana akan diperbaharui. Pembaharuan peta Kawasan Rawan Bencana Gunung Semeru di Jawa Timur dilakukan tim Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).
Pengambilan gambar dengan pesawat tanpa awak saat ini dilakukan Tim Badan Geologi yang sudah berada di lokasi terdampak bencana.
Tim Badan Geologi yang sedang berugas ini melakukan perekaman untuk mendapatkan gambaran terkini bukaan kawah Gunung Semeru yang mengarah ke selatan dan tenggara.
Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi, Andiani mengatakan untuk memperbarui peta kawasan rawan bencana Gunung Semeru, Badan Geologi menerjunkan ahli guna melakukan pemetaan dan penelitian.
Ini diperlukan sebagai identifikasi awal dalam penyusunan peta kawasan rawan bencana Gunung Semeru yang akan diperbaharui.
"Hingga beberapa hari ke depan kegiatan ini masih kita lakukan, terutama di sekitar bukaan kawah yang ke arah selatan dan tenggara," kata Andiani seperti dikutip PROTOKOL24 dari Antara, Kamis, 9 Desember 2021.
Setelah identifikasi awal ini selesai, Badan Geologi baru akan menurunkan tim untuk melakukan pemetaan dalam rangka memperbaharui peta kawasan rawan bencana pada pekan depan.
Sejumlah ahli yang akan terlibat dalam penyusunan ini, antara lain ahli geologi lingkungan hingga ahli kebencanaan.
Termasuk ahli geologi tata lingkungan yang akan membantu memetakan wilayah mana saja yang sudah tidak bisa dijadikan tempat tinggal sekaligus memberikan rekomendasi wilayah yang aman untuk dijadikan hunian.
"Ini menjadi concern Badan Geologi, sehingga banyak ahli yang akan kami turunkan, mulai dari ahli geologi lingkungan hingga ahli kebencanaan, semua akan diturunkan, sekitar 10-15 orang. Kami akan all out," ujar Andiani.
Baca Juga: Antonio Conte Resah dan Gelisah, 8 Pemain Utamanya Terpapar Covid-19, Akankah Tottenham Tumbang?
Setelah pembaharuan peta Kawasan Rawan Bencana Gunung Semeru ini selesai dilakukan, Badan Geologi mengimbau agar kedepan peta yang dibuat ini dapat dijadikan sebagai acuan.