Paska Erupsi, Tim Badan Geologi Lakukan Pembaharuan Peta Kawasan Rawan Bencana Gunung Semeru

photo author
Cipyadi, Protokol24
- Kamis, 9 Desember 2021 | 10:00 WIB
Tim Badan Geologi melakukan pembaharuan peta Kawasan Rawan Bencana Gunung Semeru di Jawa Timur .
Tim Badan Geologi melakukan pembaharuan peta Kawasan Rawan Bencana Gunung Semeru di Jawa Timur .

 

PROTOKOL24- Paska erupsi Gunung Semeru, peta kawasan rawan bencana akan diperbaharui. Pembaharuan peta Kawasan Rawan Bencana Gunung Semeru di Jawa Timur dilakukan tim Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

Pengambilan gambar dengan pesawat tanpa awak saat ini dilakukan Tim Badan Geologi yang sudah berada di lokasi terdampak bencana.

Tim Badan Geologi yang sedang berugas ini melakukan perekaman untuk mendapatkan gambaran terkini bukaan kawah Gunung Semeru yang mengarah ke selatan dan tenggara.

 Baca Juga: Jangan Lengah! Virus Covid-19 Masih ada dan Menyebar, Rabu 8 Desember 2021 ini Bertambah 264 Kasus Baru

Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi, Andiani mengatakan untuk memperbarui peta kawasan rawan bencana Gunung Semeru, Badan Geologi menerjunkan ahli guna melakukan pemetaan dan penelitian.

Ini diperlukan sebagai identifikasi awal dalam penyusunan peta kawasan rawan bencana Gunung Semeru yang akan diperbaharui.

"Hingga beberapa hari ke depan kegiatan ini masih kita lakukan, terutama di sekitar bukaan kawah yang ke arah selatan dan tenggara," kata Andiani seperti dikutip PROTOKOL24 dari Antara, Kamis, 9 Desember 2021.

 Baca Juga: Oppo Akan Kenalkan Fitur Kamera Profesional di Oppo INNO Day 2021, Foto yang Dihasilkan Jernih dan Tajam

Setelah identifikasi awal ini selesai, Badan Geologi baru akan menurunkan tim untuk melakukan pemetaan dalam rangka memperbaharui peta kawasan rawan bencana pada pekan depan.

Sejumlah ahli yang akan terlibat dalam penyusunan ini, antara lain ahli geologi lingkungan hingga ahli kebencanaan.

Termasuk ahli geologi tata lingkungan yang akan membantu memetakan wilayah mana saja yang sudah tidak bisa dijadikan tempat tinggal sekaligus memberikan rekomendasi wilayah yang aman untuk dijadikan hunian.

"Ini menjadi concern Badan Geologi, sehingga banyak ahli yang akan kami turunkan, mulai dari ahli geologi lingkungan hingga ahli kebencanaan, semua akan diturunkan, sekitar 10-15 orang. Kami akan all out," ujar Andiani.

 Baca Juga: Antonio Conte Resah dan Gelisah, 8 Pemain Utamanya Terpapar Covid-19, Akankah Tottenham Tumbang?

Setelah pembaharuan peta Kawasan Rawan Bencana Gunung Semeru ini selesai dilakukan, Badan Geologi mengimbau agar kedepan peta yang dibuat ini dapat dijadikan sebagai acuan.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Cipyadi

Sumber: Antara

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Terpopuler

X