PROTOKOL24- Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri masih melakukan penegakan hukum sejak terjadinya insiden bom bunuh diri di Gereja Katedral Makassar, Sulawesi Selatan, 28 Maret 2021.
Menjelang pergantian tahun baru, Densus 88 Antiteror kembali melakukan penangkapan terhadap 14 terduga teroris di tiga daerah, Kamis 16 Desember 2021. Mereka ditangkap di Sumatra Utara, Batam, dan Sumatra Selatan.
"Total penangkapan tersangka teroris Kamis (16 Desember 2021), Sumut 9 orang, Sumsel 1 orang, dan 4 orang di Batam, Kepri," kata Kepala Bagian Penerangan Umum (Kabagpenum) Divisi Humas Polri Kombes Pol. Ahmad Ramadhan, Jumat, 17 Desember 2021, seperti dikutip PROTOKOL24 dari Pikiran Rakyat berjudul 14 Terduga Teroris Diamankan di 3 Provinsi, Polisi Jelaskan Kaitannya dengan Nataru
Baca Juga: Jawa Barat Masih Bebas Omicron, Dinkes Minta Masyarakat Jangan Abaikan Prokes
Ia merinci kesembilan terduga teroris ditangkap di dua tempat berbeda di Sumatra Utara, 7 orang diantaranya diamankan di Medan (Langkat, Binjai, Belawan, dan Medan Barat) sedangkan 2 orang lainnya ditangkap di Tanjung Balai.
Selain melakukan penangkapan di Sumatera Utara, Tim Densus 88 Antiteror Polri menangkap juga seorang terduga teroris di Sumatra Selatan.
Sedangkan penangkapan terhadap 4 terduga teroris lainnya, dilakukan Tim Densus 88 Antiteror Polri di Batam, Kepulauan Riau.
Kombes Pol. Ahmad Ramadhan belum memberikan penjelasan apakah 14 terduga teroris tersebut terlibat jaringan teroris tertentu.
Hingga saat ini, Tim Densus 88 Antiteror Polri terus melakukan operasi pencegahan dan penindakan terhadap terorisme di Indonesia dengan melakukan penegakan hukum di sejumlah wilayah.
Densus 88 Antiteror kini menyasar jajaran tinggi JI dengan menangkap para amir (pimpinan) termasuk otak dan penggalang dana organisasi teroris.
Pada Senin 13 Desember 2021, Tim Densus 88 Antiteror menangkap empat tersangka teroris kelomok JI di Sumatra Selatan. Keterlibatannya menyembunyikan buronan kelompok JI yang melarikan diri, serta terlibat pendanaan.
Kepala Polda Kepulauan Riau Rijen Pol. Aris Budiman menegaskan, penangkapan terduga teroris di Batam tidak ada hubungannya dengan upaya pengamanan perayaan Natal 2021 dan tahun baru 2022.