Hakordia, Masyarakat Belum Puas Soal Pemberantasan Korupsi

photo author
Cipyadi, Protokol24
- Kamis, 9 Desember 2021 | 13:00 WIB
Logo Hari Anti Korupsi Sedunia (Hakordia) 2021. (kpk.go.id)
Logo Hari Anti Korupsi Sedunia (Hakordia) 2021. (kpk.go.id)

PROTOKOL24- Peringatan Hari Antikorupsi Sedunia (Hakordia) diperingati setiap tanggal 9 Desember. Pada peringatan kali ini, Presiden Joko Widodo mengungkapkan masyarakat menilai pemberantasan korupsi saat ini masih belum baik.

Ini didasarkan pada sebuah survei nasional pada November 2021, dimana masyarakat menempatkan pemberantasan korupsi sebagai permasalah kedua yang mendesak untuk diselesaikan.

Menanggapi penilaian masyarakat itu, Presiden Joko Widodo mengingatkan jajarannya untuk menyadari hal itu dan menjadikannya sebagai perhatian serius.

"Penilaian masyarakat terhadap upaya pemberantasan korupsi masih dinilai belum baik. Kita semua harus sadar mengenai ini," kata Presiden Joko Widodo seperti dikutip PROTOKOL24 dari Antara, Kamis 9 Desember 2021.

Baca Juga: Paska Erupsi, Tim Badan Geologi Lakukan Pembaharuan Peta Kawasan Rawan Bencana Gunung Semeru 

Dalam survei nasional yang disebutkan Presiden Joko Widodo, penciptaan lapangan kerja berada pada urutan pertama yang diinginkan oleh masyarakat. Angkanya mencapai 37,3 persen.

Selanjutnya pada urutan kedua ada pemberantasan korupsi (15,2 persen), kemudian disusul harga kebutuhan pokok berada pada urutan ketiga yang mencapai 10,6 persen.

Menurut Presiden Joko Widodo, ketiga hal tersebut merupakan pangkal tindak pidana korupsi. Sebab korupsi bisa mengganggu penciptaaan lapangan kerja, korupsi juga bisa menaikkan harga kebutuhan pokok.

Baca Juga: Oppo Akan Kenalkan Fitur Kamera Profesional di Oppo INNO Day 2021, Foto yang Dihasilkan Jernih dan Tajam

Penilaian masyarakat terhadap pemberantasan korupsi saat ini dalam proprosi seimbang. Dalam survei tersebut, masyarakat yang menilai baik dan sangat baik mencapai 32,8 persen, sementara yang menilai sedang 28,6 persen, serta yang menilai buruk dan sangat buruk sebanyak 34,3 persen.

Namun, bila dibandingkan dengan negara-negara tetangga di Asia Tenggara, peringkat Indeks Persepsi Korupsi Indonesia pada tahun 2020 berada di peringkat bawah.

Baca Juga: Surplus dua juta dosis, Jabar Kekurangan Orang yang Mau Divaksin 

Pada peringatan Hakordia 2021, Presiden Jokowi juga menyampaikan perkembangan positif berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS).

Data tersebut menunjukan indeks perilaku antikorupsi terus membaik. Data menunjukan pada tahun 2019 di angka 3,7, lalu pada tahun 2020 di angka 3,84, dan pada tahun 2021 di angka 3,88.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Cipyadi

Sumber: Antara

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Terpopuler

X