Indramayu,Protokol24.- Event 10th World Water Forum (WWF) melejitkan nama Sahara Putri Ayu Kenanga Gunawan, seorang perempuan asal Kecamatan Jatibarang Kabupaten Indramayu yang menjadi wakil pemuda Indonesia pada forum tersebut.
Sahara Putri Ayu Kenanga Gunawan terpilih dalam 6th General Assembly atau Sidang Umum ke-6 dan menjadi delegasi Indonesia dalam acara 10th World Water Forum (WWF).
Pada event yang berlangsung di Bali itu, Sahara Putri Ayu Kenanga Gunawan menjadi salah seorang narasumber yang membahas "Peran Pemuda dalam Mengatasi Masalah Air".
Sidang Umum ke-6 tersebut menghadirkan 70 pemuda yang dipilih dari 6.000 anggota parlemen dari 45 negara.
"Pemuda yang terpilih akan mewakili negaranya masing-masing dalam acara WWF yang diselenggarakan di Bali. Alhamdulillah, Sahara dari Indramayu bisa mewakili Indonesia di Forum WWF ini," kata Sahara, (23/5/2024).
Baca Juga: 136 Kuwu Dikukuhkan Bupati Indramayu, Perpanjangan Masa Jabatan Laksanakan Perubahan Kedua UU Desa
Sahara sebagai Vice President of the Bali Youth Parliament for Water mengatakan, Sidang Umum tersebut berfungsi sebagai miniatur Forum Pemuda dalam World Water Forum.
Hal itu mencakup proses tematik, proses regional, dan proses politik untuk melatih kaum muda dalam advokasi dan pembuatan kebijakan dari perspektif pemuda yang diadakan oleh International Secretariat for Water (ISW) Canada dan World Youth Parliament for Water (WYPW).
“Tidak hanya diajarkan bagaimana WWF berlangsung, tetapi kami juga diajarkan untuk memahami pesan-pesan kunci yang akan dibahas dalam setiap sub-tema WWF,” sebutnya.
Ia menambahkan, 10th World Water Forum (WWF) adalah konferensi tingkat tinggi yang dihadiri 148 negara untuk mendiskusikan kebijakan-kebijakan terkait air.
Hasil akhir dari pertemuan ini yaitu deklarasi perjanjian dan komitmen universal.
Dalam forum tersebut, Sahara bersama 69 pemuda lainnya memperjuangkan deklarasi yang pro terhadap peran pemuda sebagai generasi penerus di negaranya masing-masing.
Beberapa poin penting yang diperjuangkan antara lain, meningkatkan dan memperluas peluang pekerjaan dan akademik bagi para profesional muda di bidang air dan sanitasi.
Selain itu, juga mengubah inklusi dan konsultasi para profesional muda di bidang air dan sanitasi serta aktivis dalam pengambilan keputusan menjadi norma dan bukan pengecualian.
Artikel Terkait
Eti Herawati, Kepala SMP Asal Indramayu Peraih Penghargaan PNS Inspiratif Jawa Barat
Mengenal Nu'Aiman, Sahabat Rasul yang kocak karena Jual Temannya Sendiri karena Kesal tak diberi Makan
Boyke Luthfiana Syahrir Dikenal Sebagai Advokat Juga Ahli Judo, Ini Sederet Kesibukannya Dalam Berorganisasi Hingga Politik