tokoh

Hari Ini Jurnalis Perempuan Pertama Indonesia Dilahirkan, Wartawati Bergelar Pahlawan Nasional

Senin, 20 Desember 2021 | 09:03 WIB
Ruhana Kuddus. (foto:wikipedia)


PROTOKOL24- Hari ini 137 tahun silam Roehana Koeddoes dilahirkan di Koto Gadang, Kabupaten Agam, Sumatra Barat.

Roehana Koeddoes yang lahir pada lahir pada 20 Desember 1884 memiliki peran penting sebagai perintis surat kabar perempuan pertama di Indonesia, Soenting Melajoe yang resmi didirikan pada 10 Juli 1912.

Surat kabar perempuan pertama di Tanah Air yang dirintis Roehana Koeddoes itu, tidak saja memberitakan persoalan wanita di tanah Minang, tetapi juga permasalahan lainnya seperti pemberitaan politik dan kriminal.

Tidak hanya Soenting Melajoe yang dirintis Roehana Koeddoes, wartawati yang merupakan kakak tiri dari Perdana Menteri pertama Indonesia Sutan Syahrir itu juga menjadi memimpin surat kabar Perempoean Bergerak.

Torehan prestasi gemilang Roehana Koeddoes dalam dunia jurnalistik menjadi jalan terang hingga ia dianugerahi penghargaan 'wartawati pertama Indonesia' pada peringatan Hari Pers Nasional ke-3.

Baca Juga: Daftar Harga Samsung Galaxy M Terbaru, Mulai Rp 1 Jutaan dengan Spesifikasi Menawan 

Keperihatinan Roehana Koeddoes akan kesetaraan dalam kesempatan meraih pendidikan, juga membuatnya terjun langsung hingga mendirikan 'Rohana School'.

Sekolah lainnya yang didirikan Roehana Koeddoes adalah Sekolah Kerajinan Amai Setia pada tahun 1911. Di lembaga pendidikan ini, peserta didiknya diajari berbagai keterampilan untuk perempuan, seperti pengelolaan keuangan, membaca dan menulis, pendidikan budi pekerti, pendidikan agama, hingga Bahasa Belanda.

Roehana Koeddoes semasa muda bertekad membebaskan kaum perempuan terutama dari diskriminasi memperoleh pendidikan. Sebab kala itu, orang sulit mendapatkan pendidikan formal karena adanya diskriminasi.

Meski pada mulanya dalam kiprahnya pada dunia pendidikan itu, Roehana Koeddoes meminta bantuan ayahnya untuk menyediakan berbagai bahan bacaan sebagai bekal pengetahuan disebarluaskan.

Maka dari situlah Roehana Koeddoes menulis dan membaca di usia muda. Dari ketekunannya itu, ia menguasai bahasa Belanda, serta belajar abjad Arab, Latin, dan Arab-Melayu.

Roehana Koeddoes mengajar tanpa kursi dan meja, kegiatan belajar dilakukan hanya dengan duduk bersila. Semua dilakukan dengan sederhana namun penuh makna, tanpa ada honor yang ia terima.

Baca Juga: Sinopsis Free Guy, Film yang Cocok Bagi para Pecinta Gaming 

Prestasi Roehana Koeddoes yang gemilang, menghantarkannya menjadi Menteri Luar Negeri di masa orde lama.

Hingga kemudian, akhirnya Roehana Koeddoes menjadi wartawan wanita pertama bergelar Pahlawan Nasional sejak tahun 2019 lalu.

Roehana Koeddoes yang masih memiliki hubungan kerabat dengan Haji Agus Salim yang dikenal sebagai Bapak Pandu Indonesia itu, tutup usia pada 17 Agustus 1972 tepat di usianya yang hampir 88 tahun.

Halaman:

Tags

Terkini