Indramayu,Protokol24.- Mesin Rice Milling Unit (RMU) atau penggiling padi yang dilaporkan hilang sebulan lalu di kawasan Kecamatan Banyuresmi, Garut, ditemukan di sebuah gudang milik seorang pengusaha beras di Desa Cibereng, Kecamatan Terisi, Kabupaten Indramayu.
Sebelumnya Direktur Utama PT Bumi Arta Dinamika, Dini Maria, melaporkan Rice Milling miliknya telah hilang dibobol maling Kamis, 22 Juni 2023 malam.
Raibnya Rice Milling yang diimpor dari Jerman tersebut mengakibatkan pemiliknya mengalami kerugian Rp6 Miliar, dan kasusnya telah dilaporkan ke Polres Garut.
Dini Maria mengatakan hilangnya rice milling diketahui ketika dirinya datang ke pabrik untuk melakukan pengecekan.
Ia pun kaget mendapati rangka baja dudukan mesin penggilingan sudah tidak ada. Padahal kerangka baja itu tertanam pada kedalaman tertentu dengan konstruksi cor beton.
Dini Maria menyebutkan barang-barang yang hilang di tempatnya itu mulai dari kerangka baja serta bagian mesin utama lainnya pada perangkat mesin pengupas kulit gabah menjadi beras itu.
"Saya kaget kerangka baja dipotong sedemikian rupa. Tentu saja tak habis pikir karena konstruksi bawahannya kan dicor cukup dalam," kata Dini Maria.
Kawanan pencuri diduga masuk ke dalam setelah berhasil merusak kunci gembok pagar pabrik penggilingan padi yang tidak dijaga petugas keamanan hingga berhasil menggondol rice milling.
Kondisi pabrik yang cukup sepi membuat para pencuri merasa sangat leluasa menjalankan aksinya sehingga rangka baja yang begitu besar pun bisa dicuri.
"Saya sudah melaporkan hal ini ke pihak kepolisian. Saat ini kasusnya sedang ditangani Satreskrim Polres Garut," sebutnya.
Baca Juga: Datanya Realtime, Pupuk Indonesia Gunakan DPCS Untuk Kontrol Rantai Pasokan Pupuk Subsidi
Dalam perkembangannya, Dini menuturkan menemukan titik terang setelah pihak perusahaan menerima informasi adanya bagian mesin rice milling yang akan dijual di Kabupaten Indramayu.
Pada penelusurannya, bagian mesin rice milling yang akan dijual itu ditemukan pada sebuah gudang tempat penggilingan padi milik pengusaha berinisial Ysf di Desa Cibereng, Kecamatan Terisi, Kabupaten Indramayu.
Pihak PT Bumi Arta Dinamika pun langsung mengecek kondisi barang yang akan dijual itu, bahkan pihak perusahaan berpura-pura sebagai pembeli untuk memastikan barang yang dijual itu miliknya.
Artikel Terkait
Catat Waktu Pelaksanaan Operasi Patuh Lodaya 2023, Ini Tujuh Sasaran Prioritasnya
Tim Rescue Pos SAR Tasikmalaya Diterjunkan Evakuasi Supir Truk Terjepit Pada Kecelakaan di Lingkar Gentong
Emas Batangan Bertuliskan Soekarno dan Sejuta Uang Dolar Palsu Disita Satreskrim Polres Sukabumi