Indramayu,Protokol24.- Batik Complongan Indramayu menjadi ikon pada Gelaran Batik Nusantara (GBN) tahun 2023 yang digagas Yayasan Batik Indonesia (YBI) di bulan kemerdekaan Republik Indonesia ke-78 ini.
Tak hanya sekedar ikon, Yayasan Batik Indonesia (YBI) menilai Batik Complongan Indramayu yang memiliki kekhasan tersendiri dipandang layak diperkenalkan pada level nasional maupun internasional.
Bahkan istimewanya saat membuka Gelaran Batik Nusantara (GBN) di Jakarta awal Agustus ini, Presiden Joko Widodo mengenakan batik complongan Indramayu motif lokcan.
Tentu ini sangat membanggakan bagi masyarakat Kabupaten Indramayu sebagai tanah kelahiran batik complongan.
Complongan yang menjadi ikon Gelaran Batik Nusantara (GBN) ini menandakan kebangkitan batik Indramayu telah dimulai dan itu tidak lepas dari sentuhan Bupati Indramayu Nina Agustina.
Ketua Yayasan Batik Indonesia (YBI), Gita Pratama, mengapresiasi peran Bupati Indramayu Nina Agustina yang dinilai memiliki perhatian besar terhadap perkembangan batik Indramayu.
Bahkan Gita menilai Bupati Indramayu Nina Agustina layak disebut sebagai pelopor kebangkitan batik Indramayu.
Atas peran besar Nina Agustina itulah, lanjut Gita, YBI kemudian menetapkan batik complongan Indramayu menjadi salah ikon batik nusantara.
“Ibu Bupati Indramayu memiliki semangat yang luar biasa untuk mengembangkan sekaligus menjadikan momentum kebangkitan batik khas Indramayu ini,” ungkap Gita Pratama belum lama ini.
Beberapa langkah konkret yang telah dilakukan untuk melindungi dan mengembangkan Batik Tulis Complongan Indramayu, diantaranya Pemkab Indramayu bersama dengan Kelompok Masyarakat Perlindungan Geografis Batik Tulis Complongan telah mendaftarkan Indikasi Geografis ke Kementerian Hukum dan HAM RI.
Tidak hanya itu, Bupati Indramayu Nina Agustina juga telah mengeluarkan Surat Edaran nomor 5101/322/Diskopdagin tanggal 29 Mei 2023 yang mengimbau untuk mengenakan Batik Tulis Complongan setiap Kamis dan hari tertentu di lingkungan Pemkab Indramayu.