Ridwan Kamil Peduli Desa, Jawa Barat Konsisten Anggarkan Bantuan Keuangan BPD

photo author
Cipyadi, Protokol24
- Jumat, 26 November 2021 | 09:00 WIB
Gubernur Jabar Ridwan Kamil dalam acara Rapat Kerja Nasional (Rakernas) dan HUT Persatuan Anggota Badan Permusyawaratan Desa Seluruh Indonesia di Gedung Merdeka, Kota Bandung, Kamis, 25 November 2021. (Biro Adpim Jabar)
Gubernur Jabar Ridwan Kamil dalam acara Rapat Kerja Nasional (Rakernas) dan HUT Persatuan Anggota Badan Permusyawaratan Desa Seluruh Indonesia di Gedung Merdeka, Kota Bandung, Kamis, 25 November 2021. (Biro Adpim Jabar)

PROTOKOL24 - Jawa Barat menjadi satu-satunya provinsi yang mengalokasikan bantuan keuangan kepada Badan Permusyawaratan Desa (BPD).

Hal ini diungkapkan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil selain sebagai rasa cintanya kepada desa, juga karena menurutnya masa depan berada di desa.

“Kami satu-satunya provinsi yang memberikan bantuan keuangan ke BPD melalui bantuan keuangan Provinsi ke seluruh desa di Jawa Barat, karena saya mencintai desa,” kata Ridwan Kamil dalam Rapat Kerja Nasional dan HUT Persatuan Anggota BPD Seluruh Indonesia di Gedung Merdeka, Kota Bandung, Kamis 25 November 2021, seperti dikutip PROTOKOL24 dari laman resmi Pemprov Jawa Barat.

 Baca Juga: 2022 Jabar Anggarkan 33,21 Persen untuk Pendidikan dan 12,69 Persen untuk Kesehatan

Ridwan Kamil mengungkapkan Jawa Barat berkomitmen untuk memajukan desa yang salah satunya dilakukan dengan memberi dukungan pendanaan terhadap BPD.

Bahkan ke depan, mantan Wali Kota Bandung itu berkomitmen untuk memperjuangkan kesejahteraan BPD pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

“Makanya, satu-satunya provinsi yang memberi keuangan tiap tahun ke BPD adalah Provinsi Jawa Barat," ungkap Ridwan Kamil.

 Baca Juga: Meski Berdamai, Oknum TNI Polri Terlibat Adu Pukul Tetap Jalani Pemeriksaan

Keinginan memperjuangkan alokasi anggaran BPD pada APBN akan disampaikannya kepada Menteri Dalam Negeri agar ada alokasi anggaran APBN yang secara resmi dan terstruktur untuk BPD.

Ridwan Kamil mengemukakan desa menjadi masa depan dilakukan melalui Desa Digital sebagai program pemberdayaan masyarakat melalui pemanfaatan teknologi dan internet. Mereka yang hidup di desa, akan merasakan hal yang sama seperti di kota asalkan menguasai teknologi.

"Masa depan itu ada di desa. Asal kuasai teknologi. Tinggal di desa jauh dari penyakit, teknologi membuat rezekinya sama dengan kota. Kita lahirkan Desa Digital. Mudah-mudahan menjadi sebuah pengingat bahwa desa di Indonesia adalah harapan masa depan," ucapnya menegaskan.***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Cipyadi

Sumber: Humas Jabar

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Terpopuler

X