Surplus dua juta dosis, Jabar Kekurangan Orang yang Mau Divaksin

photo author
Cipyadi, Protokol24
- Kamis, 9 Desember 2021 | 08:06 WIB
Jabar terus menggenjot pencapaian vaksinasi Covid-19 dan akan memberlakukan kartu vaksin sebagai penerima Bansos. (CIPYADI/PROTOKOL24)
Jabar terus menggenjot pencapaian vaksinasi Covid-19 dan akan memberlakukan kartu vaksin sebagai penerima Bansos. (CIPYADI/PROTOKOL24)

 

PROTOKOL24- Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Jabar) hingga penghujung tahun 2021 terus menggenjot vaksinasi Covid-19 di tengah kesulitan mencari taget atau orang yang mau divaksin. Berbagai upaya pun terus dilakukan untuk memenuhi target pencapaian vaksinasi.

Salah satu upaya yang dilakukan Pemprov Jabar yakni dengan penggunaan sertifikat vaksinasi Covid-19 sebagai salah satu syarat bagi warga agar bisa menerima bantuan sosial (bansos).

Hal ini dilakukan sebagai upaya menggenjot partisipasi warga dalam vaksinasi Covid-19.

Baca Juga: Jangan Lengah! Virus Covid-19 Masih ada dan Menyebar, Rabu 8 Desember 2021 ini Bertambah 264 Kasus Baru

Kepala Divisi Percepatan Vaksinasi Covid-19 Jawa Barat Dedi Supandi mengatakan pencapaian vaksinasi Covid-19 saat ini mengalami penurunan.

Biasanya target per hari bisa mencapai 400 ribu dosis, namun sekarang turun menjadi 160 ribu.

"Makanya saya itu akan mengusulkan ke Dinsos bikin bansos asal mau divaksin. Warga kemudian warga tidak punya KTP, puskesmas nolak kalau warga tidak memiliki NIK," kata Dedi Supandi, seperti dikutip PROTOKOL24 dari Antara, Kamis, 9 Desember 2021.

Baca Juga: Meski Pemerintah Pusat Batalkan PPKM Level 3, Jawa Barat Tetap Perketat Aturan Saat Nataru 

Meski demikian, lanjut Dedi, angka vaksinasi Jabar tersebut masih tertinggi bila bandingkan provinsi lain di Indonesia.

Ia menyebutkan data total distribusi vaksin Covid-19 yang diterima Jabar 53,3 juta dosis vaksin dan dari angka tersebut, realisasinya mencapai 43,5 juta dosis vaksin.

"Per enam Desember, dosis pertama vaksin Covid 19 di Jabar 66,72 persen. Sedangkan dosis kedua 47,64 persen," sebutnya.

Baca Juga: PPKM Level 3 Batal, PBNU Tegaskan Kembali Jadwal Muktamar 

Diakui Dedi, saat ini di daerah sudah sulit untuk mencari warga yang mau divaksin, terutama di desa-desa.

Salah satu penyebabnya, karena warga di daerah banyak yang tak punya KTP sebagai syarat vaksinasi.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Cipyadi

Sumber: Antara

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Terpopuler

X