Tak Ingin Kecolongan, Seluruh Pesantren di Jawa Barat Akan Diawasi

photo author
Cipyadi, Protokol24
- Rabu, 15 Desember 2021 | 16:02 WIB
Wakil Gubernur Jawa Barat, Uu Ruzhanul Ulum. (pemprov jabar)
Wakil Gubernur Jawa Barat, Uu Ruzhanul Ulum. (pemprov jabar)

“Nanti akan dites, dilihat, apakah seseorang ini benar atau tidak memahami ilmu agama, bisa atau tidak nahwu shorof-nya, balaghah-nya, baca kitab kuning,” tandas Uu Ruzhanul Ulum.

Baca Juga: Bersiap! Pemerintah Berikan Vaksin Booster Gratis Untuk Lansia Setelah Tenaga Medis, Cek Kapan Mulainya 

Rencana strategis ini menurutnya juga sekaligus memberikan kepastian kepada para orang tua yang anaknya menjadi santri di pondok pesantren, agar tidak terbawa stigma negatif akibat kasus pemerkosaan santriwati di Kota Bandung.

Ia memastikan keberlangsungan aktivitas santriwan dan santriwati di berbagai pondok pesantren Jawa Barat dilakukan secara terpisah dan terbatas, sehingga moral dan etika para santri tetap terjaga.

Uu Ruzhanul Ulum juga mengklarifikasi bahwa kasus pemerkosaan santriwati di Kota Bandung tidak terjadi di ponpes, melainkan boarding school.

Sehingga tidak bisa didefinisikan sebagai pesantren karena tidak mempelajari 12 fan ilmu yang menjadi dasar pembelajaran di ponpes, antara lain ilmu tauhid, fikih, tasawuf, tafsir Qur'an dan hadits, nahwu, shorof, dan kitab kuning.***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Cipyadi

Sumber: Antara

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Terpopuler

X