Masih Hangat Debat Capres, Pakar Keamanan dan Pertahanan Angkat Bicara Soal Serangan Siber

photo author
Cipyadi, Protokol24
- Minggu, 14 Januari 2024 | 17:06 WIB
Foto bersama Dr. Ian dan panelis lainnya dalam Debat Capres 2024 pada Minggu, 07 Januari 2024.
Foto bersama Dr. Ian dan panelis lainnya dalam Debat Capres 2024 pada Minggu, 07 Januari 2024.

 

Jakarta,Protokol24.- Strategi keamanan dan pertahanan Indonesia menjadi isu hangat yang dibahas dalam Debat Calon Presiden Indonesia 2024 pada Minggu, 7 Januari 2024 yang lalu.

Bahkan di berbagai platform media sosial, hal tersebut masih ramai diperbincangkan hingga menjadi perdebatan.

Apalagi situs keamanan antivirus Indonesia, Vaksin.com merilis tindak kejahatan siber yang terjadi sepanjang 2023 lalu.

Dalam rilisnya, dari berbagai aktivitas cybercrime yang ada, penipuan jual beli online menempati peringkat pertama sebanyak 53.793 insiden, diikuti oleh scamming 12.472 insiden dan investasi online fiktif sebanyak 9.810 insiden.

Baca Juga: Audiensi Bersama TKN Fanta dan Relawan Pride, 1.065 Media Jaringan Promedia Siap Dukung Pemilu Damai Lewat Konten Edukatif

Dr. Ian Montratama, Dosen Program Studi Hubungan Internasional Ahli Keamanan dan Pertahanan Universitas Pertamina, membagikan perspektifnya sebagai salah satu panelis debat calon presiden tahun 2024.

“Ini menjadi sebuah kehormatan bagi saya, terlebih saya sendiri tergolong masih belia dalam menjadi akademisi,” ungkap Dr. Ian.

Meski begitu, ia pun bersyukur dapat berpartisipasi memberikan pandangan sebagai pokok permasalahan guna penyampaian dan pendalaman visi misi sebagai calon presiden Indonesia.

Apalagi Keamanan dan pertahanan nasional memang menjadi aspek vital dalam mempertahankan kedaulatan negara.

Baca Juga: Ini Curhatan Pedagang Mokas, Harga Honda BeAT Bekas Terjun Bebas Efek Viral Rangka eSAF Keropos

Sebagai perpanjangan tangan publik, Dr. Ian dan kesepuluh panelis lainnya berupaya menggali berbagai aspek mengenai keamanan dan pertahanan nasional yang disajikan melalui berbagai pertanyaan dengan konteks permasalahan nyata yang sedang dialami.

“Meski profil panelis didominasi oleh para akademisi dari berbagai bidang keamanan dan pertahanan, justru menjadikan diskusi yang dijalankan semasa karantina berjalan cukup intens," katanya.

"Dengan berbagai latar belakang kepakaran yang berbeda, para panelis memberikan perspektif beragam yang pada akhirnya memunculkan 18 pertanyaan yang dihadirkan dalam debat calon presiden,” tambah Dr. Ian.

Baca Juga: Serba 78, Ini Rangkaian Kegiatan Hari Pers Nasional dan HUT PWI Kabupaten Indramayu 2024

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Cipyadi

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Terpopuler

X