Protokol24.com - Jembatan Selat Sunda (JSS) menjadi proyek jembatan terpanjang di dunia yang mengejutkan akan menghubungkan pulau Jawa dan Sumatera serta melewati Gunung Anak Krakatau telah menjadi perbincangan hangat di kalangan masyarakat.
Jembatan Selat Sunda (JSS) yang digadang-gadang ini akan menelan biaya sebesar Rp200 triliun, menjadikannya proyek infrastruktur megah yang sangat ambisius.
Sejak ide pembangunan Jembatan Selat Sunda (JSS) muncul pada Oktober 2007, pemerintah telah merencanakan proyek ambisius ini dengan pembangunan jalan dan rel kereta api sepanjang 30 km yang menghubungkan Pulau Sumatera dan Pulau Jawa.
Jembatan Selat Sunda akan menjadi solusi infrastruktur penting yang menghubungkan dua pulau terbesar di Indonesia.
Baca Juga: Perkara Penyitaan Minuman Beralkohol Senilai Rp1,5 miliar di Kabupaten Indramayu Mulai Disidangkan
Jembatan Selat Sunda direncanakan melintasi Selat Sunda dengan panjang sekitar 29 kilometer dan ketinggian mencapai 70 meter di atas permukaan laut.
Rencana pembangunan ini mencakup desain jembatan terpanjang di dunia yang akan menghadirkan kemajuan luar biasa bagi konektivitas antar-pulau di Indonesia.
Menteri Koordinator Perekonomian era 2009-2014, Hatta Rajasa, menjadi salah satu pendorong proyek Jembatan Selat Sunda (JSS) ini.
Dengan gagasan tersebut, megaproyek ini kembali menjadi perbincangan hangat dan menjadi fokus perhatian dari berbagai kalangan.
Sebetulnya, ide infrastruktur yang menghubungkan Pulau Jawa dan Pulau Sumatera telah muncul sejak tahun 1960. Konsep ini dicetuskan oleh profesor Sedyatmo dengan nama Tri Nusa Bimasakti.
Namun, implementasinya harus menunggu hingga beberapa dekade kemudian dengan JSS sebagai proyek ambisius yang mencuri perhatian.
Baca Juga: Rizky Febian Ungkap Mas Kawin untuk Pernikahan dengan Mahalini, Jawaban Tak Terduga!
Jembatan Selat Sunda (JSS) disebut-sebut akan menjadi jembatan terpanjang di dunia dan mengukuhkan posisi Indonesia dalam pembangunan infrastruktur yang spektakuler.
Hatta Rajasa menekankan pentingnya berbagai pertimbangan sebelum memulai pembangunan Jembatan Selat Sunda (JSS).
Artikel Terkait
Bupati Indramayu Nina Agustina Jadikan Harkitnas Sebagai Momentum Percepatan Perbaikan Jalan
Ridwan Kamil Dukung Pabrik Baterai Mobil Listrik Siap Beroparasi di Jawa Barat Maret 2024
Proyek Pertamina EP Disegel, Ini Penjelasan Pemkab Indramayu Terkait Syarat yang Belum Terpenuhi
Ini Progres Terbaru Pengembangan Super Kawasan Ekonomi Khusus Rebana Setelah Sempat Melambat Akibat Covid-19