PROTOKOL24.- Setelah sempat melambat akibat pandemi Covid 19, pengembangan super kawasan ekonomi khusus Rebana atau Kawasan Rebana kini mulai menunjukan progres, meski pun diakui tidak terlalu pesat.
Kawasan Rebana yang merupakan pengembangan ekonomi khusus meliputi wilayah Jawa Barat bagian utara seperti Subang, Majalengka, Cirebon, Indramayu, Kuningan, dan Sumedang itu diharapkan terwujud seutuhnya pada 2030 mendatang.
Saat ini pengembangan Kawasan Rebana sudah mencapai kurang lebih 40 persen sejak keluarnya Peraturan Presiden Nomor 87 Tahun 2021 tentang Percepatan Pembangunan Kawasan Rebana dan Kawasan Jawa Barat Bagian Selatan.
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Jawa Barat Iendra Sofyan membenarkan jika pengembangan Kawasan Rebana sempat melambat karena terdampak pandemi Covid 19 yang melanda belum lama ini.
Ia menyebutkan dalam masa pemulihan saat ini, pengembangan Kawasan Rebana kembali menunjukan progresnya meski disebutnya belum begitu pesat.
Dijelaskan Iendra saat Peraturan Presiden Nomor 87 Tahun 2021 dikeluarkan, kondisinya baru saja beranjak pulih dari pandemi.
Sehingga laju pertumbuhan ekonomi pun belum menunjukkan perkembangan yang baik saat itu. Hal lainnya juga dipengahuri kondisi masih ada dampak dari refocusing anggaran dan lain-lain.
Disebutkannya, kemajuan sebesar 40 persen tercapai dua tahun terakhir. Sehingga menurutnya pencapaian ini terbilang bagus dalam kondisi penataan kembali anggaran daerah dan penentuan skala prioritas pasca pandemi.
"Ini sudah terbilang bagus masih ada progres, meskpun tidak pesat," ujarnya belum lama ini.
Lebih jauh Iendra menjabarkan progres 40 persen tersebut bisa dilihat dari progres Jalan Tol Cisumdawu, operasional Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati, dan Pelabuhan Patimban.
"Itu harus masuk dalam hitungan karena kawasan Rebana masuk dalam Proyek Strategis Nasional, jadi bukan proyek yang dikerjakan oleh provinsi saja," jelasnya.
Sedangkan sejumlah proyek yang berkaitan langsung dengan kinerja Provinsi Jawa Barat disebutkan Iendra antara lain pengembangan kawasan industri di Kawasan Rebana.
"Dari delapan investasi pengembangan industri yang kita tawarkan, saat ini sudah ada lima investor yang menyatakan kesiapannya, tiga di antaranya sudah mulai melakukan pembangunan. Beberapa merupakan industri teknologi seperti barang elektronik," paparnya.
Artikel Terkait
Bupati Indramayu Nina Agustina Jadikan Harkitnas Sebagai Momentum Percepatan Perbaikan Jalan
Ridwan Kamil Dukung Pabrik Baterai Mobil Listrik Siap Beroparasi di Jawa Barat Maret 2024
Proyek Pertamina EP Disegel, Ini Penjelasan Pemkab Indramayu Terkait Syarat yang Belum Terpenuhi
Inovasi Pertemukan Masalah dan Solusi Administrasi Kependudukan, Kecamatan Jatibarang Perkenalkan Poling Adat