Protokol24 - Sebanyak 582 unit rumah warga terendam akibat banjir yang terjadi di Kabupaten Banjar, Provinsi Kalimantan Selatan. Kejadian ini terjadi setelah hujan dengan intensitas tinggi dan meluapnya Sungai Riam Kiwa dan Sungai Martapura sejak Selasa, 14 Desember 2021.
BPBD Kabupaten Banjar menyebutkan banjir ini melanda lokasi di Gp. Peunalom I, Gp. Peunalom II, Gp. Layan, Gp. Pulo Mesjid yang terletak di Kecamatan Tangse. Di lokasi ini sedikitnya terdapat 120 KK terdampak.
Desa Tunggul Nangka di Kecamatan Pengaron, Desa Sungai Raya di Simpang Empat, Desa Melayu Ilir, Desa Dalam Pagar, Desa Akar Baru, Desa Akar Bergantung, Desa Pakauman Dalam di Kecamatan Martapura Timur.
Baca Juga: Kasus Guru Ngaji yang Cabuli Muridnya Harus dikawal, MUI Minta Pelaku Dihukum Ini
Lebih lanjut Desa Pasar Jati, Desa Pingaran Ilir di Kecamatan Astambul, Desa Murung Keraton, Desa Murung Kenanga, Desa Jawa Laut di Kecamatan Martapura, Desa Telok Selong di Kecatan Martapura Barat dan Kecamatan Sungai Tabuk.
Berdasarkan data Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BNPB per Jumat (17/12) pukul 20.00 WITA, Kondisi banjir masih menggenangi di beberapa titik.
Baca Juga: Mengenal Perampok Budiman, Pencuri Bahan Makanan di Gudang Sang Ayah
Terpantau ketinggian air di jalan deda berkisar 3 - 5 sentimeter, sedangkan untuk di halaman rumah warga ketinggian air berkisar 5 - 30 sentimeter. Untuk warga yang terdampak sebagian ada yang mengungsi ke rumah keluarga terdekat.
Sesaat setelah kejadian BPBD Kabupaten Banjar bersama tim gabungan melakukan evakuasi terhadap warga terdampak.
Kaji cepat juga dilakukan untuk dapat menentukan tingakan lanjutan yang perlu diambil. Hasil pengamatan visual, ketinggian permukaan sungai Martapura mengalami peningkatan menjadi 'Siaga'.
Baca Juga: Gaga Muhammad Diduga Hilangkan Barang Bukti Kecelakaan, Sahabat dan Keluarga Ungkap Fakta Berikut
Menyikapi hal ini, BNPB menghimbau masyarakat dan pemerintah daerah setempat untuk tetap waspada dan siaga.
Peningkatan curah hujan ini berpotensi memicu terjadinya risiko bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor dan angin kencang.
Masyarakat dapat memperkuat diseminasi informasi melalui jaringan komunikasi digital maupun menggunakan telekomunikasi frekuensi radio sebagai sarana informasi awal peringatan dini. Sehingga dapat menjadi pertimbangan langkah yang dapat diambil dalam hal kesiapsiagaan.***
Artikel Terkait
BPBD Jabar Pantau dan Antisipasi 57 Titik Banjir
Jabar Banjir Proyek Investasi, Bisa Serap 87.766 Tenaga Kerja Baru
Hingga Rabu 24 November 2021, Ada 2.552 Bencana Alam di Indonesia, Banjir Paling Banyak Terjadi
Banjir Bandang Akibat Sungai Citameng Meluap Rusak 21 Rumah Warga Sukawening
Ribuan Rumah Terendam Banjir Rob di Indramayu, Warga Enggan Mengungsi
Warga Korban Banjir Rob Indramayu Tolak Tawaran Bupati Untuk Pindah Desa, Break Water Wajib dibangun
Selebgram Laura Anna atau Akrab dipanggil Lora Meninggal Dunia, Banjir Ucapan Duka