Respons imun setelah pemberian booster ini lebih tinggi dibandingkan respons imun yang dihasilkan pada saat vaksinasi primer.
“Persetujuan EUA Vaksin Sinopharm ini menambah alternatif vaksin booster homologus untuk platform inactivated virus,” kata Penny K. Lukito.
Karena itu, lanjutnya, BPOM kembali menyampaikan apresiasi kepada Tim Ahli Komite Nasional Penilai Vaksin COVID-19 termasuk ahli di bidang farmakologi, metodologi penelitian dan statistik, epidemiologi, kebijakan publik, imunologi, kemudian ITAGI serta asosiasi klinisi atas kerja samanya yang memungkinkan vaksin ini segera rilis ke masyarakat.(*)
Artikel Terkait
Calo Vaksinasi Diamankan Polisi, Pasang Tarif Rp300 Ribu Jika Ingin Disuntik Vaksin
Belum Semua, Jawa Barat Baru Ada 10 Wilayah Bisa Vaksin Booster
Jangan Keliru, Ini Beda Penerima Booster dan Vaksin Dosis Ketiga
Polisi Periksa 13 Saksi Terkait Penyuntikan Vaksin Kosong Kepada Siswi Sekolah Dasar
Dokter di Medan Ditetapkan Sebagai Tersangkai Usai Suntikkan Vaksin Kosong Untuk Siswa