PROTOKOL24 - KH Juhadi Muhammad terpilih sebagai Ketua Tanfidziyah PWNU Jawa Barat dalam Konferwil XVIII di Bandung. Terpilihnya tokoh NU asal Indramayu dengan memperoleh 19 suara dukungan PCNU kabupaten/kota itu, memberikan harapan baru bagi Nahdlatul Ulama. Kiai Juhadi yang menyatakan kesiapannya memimpin PWNU Jabar, berkomitmen akan memimpin dengan prinsip kepemimpinan kolektif kolegial.
"Kekuatan NU di Jabar ini sangat besar, namun selama ini belum bisa digerakkan secara kolektif. Kita akan bergerak bersama secara kolektif," ungkap Kiai Juhadi, Senin, 1 November 2021.
Baca Juga: SMPN Unggulan Sindang Juara Dunia British Council: The Climate Action Video Competition
Alumni Pesantren Lirboyo itu mengatakan Ketua PWNU bukanlah penguasa dan bukan pula pemimpin tunggal, tetapi harus bisa menjalankan kepengurusan secara kolektif kolegial, atau tidak bergerak sendiri-sendiri. Namun harus seiring sejalan menuju tujuan. Ia juga berkomitmen akan menempatkan PWNU sebagai aktifator, kreator, konsolidator, dan koordinator seluruh PCNU se-Jawa Barat.
Aktifator, lanjutnya, PWNU akan mendorong seluruh pengurus di semua tingkatan untuk bisa aktif menjalankan fungsi keorganisasian. Ia memastikan tidak boleh lagi ada ranting yang mati. Ia mendorong seluruh MWCNU harus bergerak, dan seluruh PCNU harus maju. Sementara dalam peran kreator, PWNU Jabar harus mampu membuat atau menciptakan berbagai inovasi untuk memajukan organisasi. Baik dari sisi jamaah maupun jamiyah, terutama dalam hal pemberdayaan ekonomi umat menuju kemandirian dan kesejahteraan.
"Sedangkan konsolidator, menuntut PWNU untuk melakukan langkah-langkah konsolidasi internal maupun eksternal. Apalagi dalam menghadapi tantangan kemajuan zaman seperti saat ini," kata pengasuh pesantren Hidayatul Mubtadiin, Karanganyar, Pasekan, Indramayu ini.
Baca Juga: Capaian Vaksinasi Covid 19 Kabupaten Indramayu Masih Dibawah 50 Persen
Ia menambahkan, dalam fungsi koordinator dapat diartikan sebagai fungsi koordinasi yang dimaksimalkan. Apalagi NU merupakan gerbong yang sangat besar dan panjang. Jika tidak dikoordinasikan dengan baik, maka bisa saja perjalanan organisasi akan oleng, atau bahkan macet di tengah jalan.
Untuk itu setelah terpilih sebagai ketua, Kiai Juhadi akan segera menyusun struktur kepengurusan bersama tim formatur. Ia juga akan tetap mendengarkan berbagai usulan dari berbagai pihak. Sebab dalam penyusunannya, mengedepankan prinsip efektif, efisien, dan profesional.
"Untuk agenda terdekat, kita harus ikut mensukseskan Muktamar NU XXXIV yang akan digelar di Lampung," tuturnya. ***