Aksi perampokan terhadap orang-orang kaya tetap dilakukan Brandal Lokajaya dan hasil jarahannya itu tetap ia bagikan kepada rakyat miskin.
Hal inilah yang membuat Raden Said mendapat julukan Brandal Lokajaya yang memiliki arti perampok budiman.
Baca Juga: Waspada Omicron Hampir Tidak Bergejala, Menyebar Lebih Cepat Hingga Keluar Benua
Suatu ketika dalam perjalanan ke Hutan Jatiwangi, Sunan Kalijaga bertemu dengan Sunan Bonang dan berniat merampoknya.
Namun aksi perampokan itu berhasil ditangkal Sunan Bonang dengan kesaktiannya.
Kegagalan merampok Sunan Bonang lantas membuat Sunan Kalijaga penasaran dengan kesaktian itu dan mengajukan ingin berguru pada Sunan Bonang.
Menanggapi hal itu, Sunan Bonang lalu memberikan syarat pada Sunan Kalijaga untuk menjaga tongkat miliknya yang ditancapkan di tepi kali (sungai).
Baca Juga: Jelang Pergantian Tahun, Densus 88 Antiteror Polri Lakukan Penangkapan 14 Terduga Teroris
Syarat itu pun diterima Sunan Kalijaga. Tongkat Sunan Bonang tertancap di tepian sungai hingga berbulan-bulan lamanya. Meski demikian, Sunan Kalijaga tetap setia menjaganya.
Hal itulah yang membuat Raden Saeid mendapat panggilan Kalijaga yang artinya penjaga kali (sungai).
Kesediaannya menerima syarat menjaga tongkat berbulan-bulan lamanya membuat Sunan Bonang menerima Sunan Kalijaga sebagai murid dan mengajarkan berbagai ilmu padanya.
Kemudian setelah berguru pada Sunan Bonang, ia menjadi wali. Sunan Kalijaga dikenal sebagai wali yang mengajarkan Islam kepada masyarakat dengan menggunakan wayang.
Berdasarkan jurnal “Metode Dakwah Wali Songo dalam Penyebaran Islam di Jawa” oleh Fantris Fitranda tahun 2019, Sunan Kalijaga menggunakan kesenian dalam proses Islamisasi antara lain dengan wayang, sastra, dan lainnya.
Wayang adalah media dakwah yang senantiasa digunakan oleh Sunan Kalijaga. Pada masa itu wayang merupakan media yang efektif yang dapat menarik perhatian masyarakat. Oleh karena itu Sunan Kalijaga dikenal sebagai wali yang berdakwah menggunakan wayang.
Artikel Terkait
Tokoh Inspiratif, Maulana Ishak Alumni IPB yang Sukses Jadi Pengusaha Mutiara
Kiai Juhadi Memimpin PWNU Jabar Kolektif Kolegial
Sudiyono Raih Dukungan Penuh Pada Pemilihan Ketua PWRI Indramayu