Martha Christina Tiahahu Srikandi Tanah Maluku Pejuang Melawan Tentara Kolonial

photo author
Cipyadi, Protokol24
- Selasa, 4 Januari 2022 | 10:00 WIB
Martha Christina Tiahahu, pahlawan nasional yang gugur dalam usia sangat muda.  (kemensos.go.id)
Martha Christina Tiahahu, pahlawan nasional yang gugur dalam usia sangat muda. (kemensos.go.id)


PROTOKOL24- Pada 4 Januari 1800, Martha Christina Tiahahu lahir di Desa Abubu, Pulau Nusalaut, Maluku. Gadis desa itu menjadi srikandi Tanah Maluku yang ikut berjuang bahkan ikut dalam pertempuran melawan tentara kolonial Belanda dalam Perang Pattimura tahun 1817.

Martha Christina Tiahahu gugur pada usia 17 tahun di Laut Banda, Maluku. Namanya telah menyandang predikat sebagai pahlawan nasional Indonesia, berdasarkan Keputusan Presiden Indonesia Nomor 012/TK/Tahun 1969, tertanggal 20 Mei 1969.

Sedangkan jasa-jasanya diabadikan dalam Monumen Martha Christina Tiahahu di Abubu, Nusalaut, Kabupaten Maluku Tengah.

Di hari kelahirannya, PROTOKOL24 merangkum perjalanan singkat Martha Christina Tiahahu yang diolah dari berbagai sumber.

Baca Juga: Suami Tega Menggorok Leher Istinya, Ini Tindakan Polisi Pastikan Kondisi Kejiwaannya

Martha Christina Tiahahu merupakan anak sulung Kapitan Paulus Tiahahu, pemimpin perlawanan di Pulau Nusalaut.

Martha Christina Tiahahu juga mengobarkan semangat kaum wanita di sana untuk juga turut berjuang bersama.

Rakyat melawan terjadinya tindakan monopoli Belanda dalam perdagangan rempah-rempah yang dilakukan melalui pelayaran Hongi di Maluku.

Perlawanan itu terjadi tidak saja di Nusalaut, hal serupa juga terjadi di Saparua di bawah komando Kapiten Pattimura tahun 1817.

Baca Juga: Link Streaming Layangan Putus Episode 8, Kinan Pertemukan Aris dan Lidya 

Dalam sebuah pertempuran sengit, Martha Christina Tiahahu tertangkap bersama sang ayah. Keduanya kemudian dibawa ke Kapal Eversten. Ternyata dalam kapal yang sama, sudah ada Kapitan Pattimura.

Belanda menjatuhkan hukuman kepada setiap tawanan. Kapitan Paulus Tiahahu dijatuhi hukuman mati, sedangkan Martha Christina Tiahahu yang masih remaja dibebaskan oleh Belanda.

Tawanan yang menunggu eksekusi mati,  ditahan di Benteng Beverwijk.

Baca Juga: Pemerintah Akui Covid-19 Omicron Sudah Menyebar di Masyarakat, Begini Strategi Menghadapinya 

Kondisi kesehatan Martha Christina Tiahahu mengalami gangguan sepeninggal ayahnya. Dan semakin memburuk ketika Belanda melibatkan tawanannya dipekerjakan secara paksa.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Cipyadi

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Terpopuler

X